Potensi Beras Organik dapat Sejahterakan Petani

43
Seorang petani saat membajak sawahnya di kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (08/11). Foto KataKota/Fajrin

Jakarta, KataKota.com – Beras merupakan komoditi utama masyarakat Indonesia, Kementerian Pertanian mencatat, produksi beras Indonesia rata-rata 45 juta ton per tahun, dengan tingkat kenaikan setiap tahunnya sekitar 1-2 juta ton. Apabila beras organik dikembangkan, maka harga jualnya berpotensi naik hingga Rp20 ribu per kilogram, sehingga keuntungan yang bisa diraup setiap tahunnya dari perdagangan beras mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun, demikian yang terungkap dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong petani untuk memproduksi beras organik agar meraup keuntungan 300 persen lebih tinggi dibandingkan memanen beras biasa.
“Beras biasa harganya Rp 8 ribu per kilogram tetapi yang jenis organik Rp 30 ribu per kilogram, artinya 300 persen lebih tinggi dan untuk itu Pasar Eropa lebih terbuka dengan organik,” kata Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu (8/11).

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir juga mendorong penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di sektor pertanian organik guna meningkatkan kesejahteraan petani. “Para petani akan sejahtera bila selalu menggunakan teknologi terbaru,” ujarnya.

Apabila melihat potensi beras organik,  Amran menilai kualitas ekspor sektor pertanian akan lebih terbuka. Terlebih, beras kualitas premium tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi.

“Jika dihitung, beras organik berpotensi menghasilkan triliunan rupiah. Tentu saja, ini akan lebih menguntungkan petani,” tuturnya.
 

Penulis : Eky

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.