Tangerang, Katakota.com – Sarwini (50), salah seorang Warga Kampung Parahu RT 02/04, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, yang hidup dibawah garis kemiskinsn, dia merupakan satu diantara sekian banyak warga miskin di Desa tersebut.
Di rumah petak berukuran 5 X 5 meter dia bersama 6 orang anggota keluarga menghuni rumah yang sudah tampak sangat layak huni. Puluhan tahun lamanya rumah itu menjadi peneduh hidupnya bersama keluarga lainnya.
Mirisnya, sejak lima tahun lalu Namin menderita sakit katarak, kedua matanya kini tidak berfungsi secara normal. Niat untuk memiliki rumah yang bagus dan layak huni ini sudah lama dia pendam. Sementara suami Sarwini bernama Namin (60) tidak memiliki pekerjaan tetap.
Untuk aktivitas sehari-hari, Sarwini harus bekerja keras sebagai tenaga borongan lepas pembungkus kue ringan milik tetangganya.
Upah yang dia terima hanya sebesar 200 rupiah untuk satu pak kue kering yang dikerjakan selama 10 hari bahkan lebih. Jika di hitung-hitung sehari Sarwini hanya bisa memperoleh penghasilan dari paking kue kering sebesar Rp.20 ribu.
Saat musim penghujan dirinya hanya bisa berpasrah, meski kehujanan karena bocor. Besar harapan ada sumbangan dari darmawan atau pun pemerintah agar rumah yang dia tempati tidak kumuh lagi.
“Semoga ada uluran tangan dari pemernitah atau pun swasta yang bisa memperbaiki rumah saya. Karena saya tidak bisa membangun lantaran tidak punya uang,” lirihnya.
(Mad sutisna/KK).


























