Program 3G Sachrudin – Maryono Jadi Kebutuhan di Masa Kini

11

Wali Kota Tangerang H Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan telah menjabarkan visi misinya terkait pembangunan Kota Tangerang yang lebih fokus dan tepat sasaran melalui program Gampang Sekolah, Gampang Kerja dan Gampang Sembako (3G).

“Semuanya harus kita buat gampang untuk masyarakat, baik dalam hal pemenuhan kebutuhan, hak mendapatkan pendidikan dan juga hak untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Wali Kota Sachrudin di Tangerang

Selain program 3G, Wali Kota Sachrudin juga menjabarkan program-program prioritas lain yang berkaitan dengan urusan pelayanan wajib dasar bagi masyarakat.

“Kesehatan, infrastruktur dan pelayanan publik, juga harus terus kita tingkatkan dan optimalkan, ternasuk juga koordinasi dengan berbagai lembaga-lembaga terkait harus terus kita perkuat sebagai upaya untuk mendukung lancarnya program-program yang Pemkot lakukan untuk masyarakat,” kata dia.

Oleh karena itu, Ia mengajak agar seluruh perangkat daerah segera merumuskan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan guna mendorong percepatan-percepatan program pelayanan dan pembangunan lima tahun ke depan.

“Sehingga kita dapat menghasilkan keselarasan visi misi jangka menengah terhadap visi misi jangka panjang Kota Tangerang, dan keselarasan terhadap Pembangunan jangka menengah Provinsi Banten serta keselarasan terhadap misi Pembangunan jangka menengah Nasional atau asta cita,” ujarnya.

Pengamat Kebijakan Publik IDP-LP Riko Noviantoro mengatakan gerakan yang dicanangkan tersebut sangat bersentuhan dengan masyarakat dan menjadi kebutuhan di masa saat ini.

Tak hanya fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, program gampang kerja dan gampang sembako juga berkaitan dengan bidang ekonomi yang kini sejalan dengan program nasional.

“Kebijakannya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan juga perbaikan ekonomi masyarakat dengan kemudahan di sektor kerja dan mendapatkan sembako dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Tetapi Riko menekankan agar program yang dicanangkan itu perlu adanya kontrol agar tak disalah gunakan oleh oknum maupun pihak lainnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Deden Mauli Darajat mengatakan dalam perspektif Komunikasi publik, sosialisasi adalah hal mutlak yang harus dilakukan, termasuk program 3G.

Sosialisasi tidak cukup hanya sekali, harus beberapa kali sehingga informasi ini bisa sampai kepada pihak pihak terkait baik publik secara umum maupun pihak pihak yang bisa berkolaborasi.

“Kebijakan yang sudah dibuat ini harus juga dipahami dan diikuti oleh pihak lain. Sebab menjalankan program yang ada perlu adanya kolaborasi,” katanya.***

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.