Satpol PP Pindahkan Rumah Panggung Kampung Cacing

23
Satpol PP Pindahkan Rumah Panggung Kampung Cacing,(adit/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com– Puluhan rumah panggung semi permanen milik warga yang terkena dampak penataan diangkat beramai – ramai untuk dipindahkan oleh satuan polisi pamong Praja yang dibantu oleh jajaran TNI/Polri di sekitaran bantaran kali Cisadane Kamis (23/8) kemarin.

Rowiyah, salah seorang warga yang terkena dampak penataan mengaku berterima kasih atas dipindahkannya bangunannya tersebut.

“Kalau dihancurin sayang bahan – bahannya, tadi kita semua dibantu petugas untuk mindahin barang- barang termasuk rumah kami,”kata Rowiyah yang mengaku telah menempati kampung cacing selama 20 tahun tersebut.

Ia mengaku merasa bersyukur penataan yang dilakukan petugas tidak seperti yang dibayangkannya sebelumnya.

“Tadinya kita pikir petugas yang akan menata kampung cacing akan arogan, tapi ngga juga malahan mereka ikut membantu kita untuk memindahkan – barang kita,”Kata Rowiyah.

Sementara itu kepala satuan polisi Pamong praja kota tangerang H. Mumung Murwana mengaku, pihaknya sebelumnya telah melakukan penyuluhan kepada warga sekitar akan penataan wilayah tersebut.

“Sudah ada penyuluhan, dan didalam penataan yang kita gelar pada hari ini kita menekankan kepada anggota agar senantiasa mengedepankan sisi humanis,”Kata Mumung dilokasi penertiban.

Menurutnya, pada penataan wilayah yang dilakukannya kali ini pihaknya sengaja menurunkan personilnya lebih banyak, lantaran ia mengetahui kalau rumah panggung semi permanen tersebut dapat dipindahkan dengan beramai – ramai.

“Ada 150 anggota yang kita kerahkan, itu belum termasuk jajaran samping seperti TNI/POLRI ditambah lagi ada dinas terkait seperti DLHD, dinas PU,”tuturnya.

Sementara itu, A. Gufron Falfeli, Kepala Bidang ketertiban Umum dan ketentraman masyarakat mengaku berterima kasih atas pengertian dan kesadaran warga yang terkena dampak penataan tersebut.

“Tentunya kita apreasiasi warga, aparatur kecamatan dan kelurahan yang sama sama berkomitmen dalam membangun dan menata kota tangerang agar dapat lebih layak untuk dihuni, dikunjungi dan layak untuk berinvestasi,”kata Gufron dilokasi penertiban Kamis (23/8) kemarin.

Menurutnya dalam penataan yang dilakukan jajaran satuan polisi pamong praja kali ini tidak menemukan kendala yang berarti.

“Warga bahu membahu menata sendiri bangunannya, dan tentunya kita juga membantu mereka dalam memindahkan barang – barang sekaligus rumah mereka,”jelasnya.

Ia menilai, penataan yang kali ini dilakukannya sudah menjadi bagian dari bentuk pelayanan dari satuan polisi pamong praja dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Kan kurang bagus juga kalau tinggal dibantaran kali, selain melanggar risiko bencana banjir juga tidak dapat dihindari warga jika tidak ditata,”tuturnya.

Ia mengaku, akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengedepankan sisi humanis satuan polisi pamong praja pada penataan yang dilakukannya kali ini.

“Kita akan bantu dan layani warga yang terkena dampak penataan sampai benar benar clir semua,”tuturnya.

Ia menjelaskan, penataan yang dilakukannya tersebut telah menjadi atensi pemerintah kota tangerang agar kampung tersebut dibenahi.

“Karna ini bantaran Cisadane akan diturap jadi ini sebelumnya sudah dari tahun 2015 sudah dicanangkan dan terakhir kemarin warga sudah membuat surat pernyataan,”tuturnya.

Dari data yang dimilikinya Jumlah Bangunan yang terkena dampak penataan tersebut sejumlah 70 yang meliputi 41 Kepala Keluarga dan 298 jiwa.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.