Tangerang, Katakota.com-Para Seniman Karinding Banten mengadakan Roadshow Workshop Karinding di salah satu Sekolah Dasar di Balaraja, Jumat (9/2). SDN Tobat 4 menjadi lokasi pertama kegiatan tersebut.
Dewan Kesenian Banten yang didukung oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan beberapa Komunitas di Banten, diantaranya Rumah Balada Indonesia, Saung Ki Laksa, Karinding Pinggir Kota, Kontemporer Jawilan, Karinding Balaraja, dan Bangbung Hideung Gemawirahma Jayanti.

Karinding merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu yang dimainkan secara dipukul sehingga menghasilkan getaran dan disalurkan melalui rongga mulut. Tidak banyak orang yang mengetahui alat musik ini, sehingga masih terbilang unik walaupun alat musik Karinding sudah ada sejak 1500 tahun yang lalu.
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan pelestari, bukan hanya alat musiknya tetapi juga manusianya.
Capcay Saepulloh (45) ketua umum Dewan Kesenian Banten mengatakan bahwa pentingnya menanamkan jiwa seni kepada generasi muda adalah tanggung jawab bersama.
“Penanaman wawasan Seni dan Budaya harus ditanamkan sejak usia dini. Maka dari itu kita menargetkan Sekolah Dasar untuk kegiatan ini”, paparnya.

Kegiatan ini dinamakan Gerakan Seni Tradisional (GESIT). SDN Tobat 4 Balaraja merupakan kegiatan GESIT yang ke-13 di Provinsi Banten.
Muklis (40) salah satu pelopor workshop karinding Nusantara berharap setelah kegiatan ini para peserta bisa membuat dan memainkan Karinding.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut di sekolah-sekolah se-Indonesia. Karena kalau bukan kita yang peduli, alat Karinding ini pasti akan punah”, ucapnya.
Kurang lebih 200 peserta yang merupakan siswa dan siswi SDN Tobat 4 Balaraja akan terus dibina oleh guru disekolah tersebut yang kedepannya akan dijadikan ekstra kurikuler.(dit)

























