Tangerang,Katakota.com- Menyikapi permasalahan di Rohingya Myanmar, GP Ansor dan HIKMAHBUDHI Kota Tangerang menginisiasi digelarnya diskusi lintas agama dan pemuda.
Diskusi yang bertemakan bersama Dari Kota Tangerang untuk Rohingya
Dihadiri pimpinan organisasi kemahasiswaan dan pemuda lintas agama dan majelis-majelis agama buddha.
Sekjen GP Ansor Kota Tangerang Ahmad Darojat mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan seluruh elemen masyarakat Buddhis dengan agama lainnya yang berdomisili di daerah Tangerang dalam satu tempat guna membahas isu-isu kebangsaan yang sedang memanas saat ini.
“Penyelenggaraan acara ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kerukunan antar umat beragama yang dirasakan mulai mengendur saat ini terutama di media sosial atas terjadinya tragedi kemanusiaan di Myanmar,” ujar Darojat
Diskusi ini diawali dengan pemaparan dari masing-masing organisasi mengenai tragedi kemanusiaan di Myanmar yang menimpa suku Rohingya, penjelasan-penjelasan dari berbagai organisasi ini berguna untuk mengerucutkan permasalahan yang ada agar tidak meluas kepada isu SARA.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat pihak-pihak yang ingin membawa masalah ini kepada isu SARA, seperti yang diberitakan pada beberapa media yang mengarahkan masalah kemanusiaan ini kepada isu SARA,” papar Darojat.
Oleh karena itu,tambah Darojat diskusi ini di buat sebagai tindakan pencegahan terhadap aksi-aksi lanjutan dari berita hoax yang menyebar, yang dapat memecah belah kerukunan yang sudah ada sejak dulu di Indonesia.
“Klarifikasi bahwa apa yang terjadi di Myanmar atas suku Rohingya bukanlah konflik Agama, melainkan masalah kompleks antara sejarah, status kewarganegaraan, pergantian rezim pemerintahan, politik, ekonomi dan daerah teritorial,” ucapnya.
Usai diskusi dilanjutkan dengan pernyataan sikap yang berbunyi pertama menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakkhine, Myanmar, serta meminta pihak Pemerintah Myanmar segera menyelesaikan konflik tersebut dengan damai.
Kemudian menjaga kerukunan suku, agama, ras dan golongan di lndonesia agar tidak mudah di adu domba.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan dapat menyaring informasi yang diberikan. lnformasi yang telah diterima dapat dicari keabsahannya sebelum di sebarluaskan kepada publik,”jelasnya.
Terakhir mendukung semua upaya-upaya pemerintah bersama perangkat kenegaraan (TNl, POLRI) dalam penegakan keadilan baik di lndonesia dan Dunia lnternasional khususnya di Myanmar dalam mewujudkan perdamaian dunia.(ACW)





























