Katakota.com – Dewi Fortuna (Keberuntungan) belum sepenuhnya berpihak kepada Indonesia, setelah bermain 10 orang dalam laga melawan timnas Thailand U-19. Egy dan kawan-kawan tetap tampil menyerang dan mendominasi permainan, namun sayangnya belum berbuah gol di babak I dan II.
Garuda Nusantara lebih menguasai bola dan beberapa kali menusuk ke pertahanan Thailand. Namun, seperti sebelumnya, upaya Indonesia masih belum berbuah gol.
Di menit ke-56, Indonesia lagi-lagi membahayakan gawang Thailand. Berawal dari serangan balik, Egy dengan sigap langsung menggiring bola dan menggocek bek Thailand. Namun begitu, bola sepakannya yang seharusnya mampu menjadi gol, justru malah mengarah ke tengah, sehingga dengan mudah dihalau penjaga gawang Thailand.
Sementara itu kubu Thailand justru terlihat kehilangan arah dalam membangu serangan. Beberapa kali mereka mencoba memanfaatkan keunggulan pemain yang dimiliki.
Peluit babak kedua selesai, dilanjutkan dengan adu pinalti. Egy Maulana Vikri menjadi eksekutor pertama timnas Indonesia, dengan mantap pemain asal Medan itu pun bisa menyelesaikan tugasnya menjadi gol. Penendang pertama Thailand Kritsada Kaman gagal menceploskan bola ke gawang, tendangannya datar dan melenceng.
Sayangnya penendang kedua Indonesia gagal menambah gol, Iqbal tendangannya terlalu lemah dan mengarah ke tengah. Thailand pun menyamakan skor setelah penendang kedua mereka bernomor punggung tujuh tak bisa dibendung oleh Aqil Savik.
Penendang ketiga Indonesia dan Thailand sama-sama memaksimalkan eksekusi penalti menjadi gol. Petaka hadir ketika Nurhidayat Haji sebagai penendang keempat indonesia gagal dan Panyawat Nisangram berhasil, membuat skor menjadi 3-2.
Indonesia akhirnya gagal melangkah ke final, Rifad Marasabessy sebagai penendang kelima Indonesia tendangannya bisa diredam oleh Kantaphat Manpati. Thailand pun melaju ke final dengan skor 3-2, hasil babak adu penalti.
Penulis : Q
Editor : KK
Sumber : Berbagaisumber
























