4 Fakta Longsor Sukabumi Jelang Malam Pergantian Tahun Baru

6
Tim SAR dibantu warga sekitar berusaha mencari orang yang tertimbun longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Selasa (1/1). Hingga Selasa dini hari, 2 orang ditemukan meninggal dan 3 luka-luka. (merdeka.com/Arie Basuki)

Katakota.com, -Longsor menimbun puluhan rumah di atas bukit di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 31 Desember 2018 sekitar pukul 17.30 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho mengatakan, tim sedang terus mencari korban longsor Sukabumi.

Dia menyebutkan, data sementara pada Selasa (1/1/2019) pukul 11.45 WIB, di Desa Sirnaresmi tercatat 32 kepala keluarga atau 107 jiwa terdampak longsor.

Sebanyak sembilan orang meninggal dunia, empat orang luka-luka, dan 34 orang belum ditemukan.

Berikut 4 fakta longsor Sukabumi yang di lansir dari Liputan6.com:

1. Jumlah Korban 107 Orang

Penampakan Longsor Dusun Cimapag yang Rata dengan Tanah
Tim SAR dibantu warga sekitar berusaha mencari orang yang tertimbun longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Selasa (1/1). Longsor menerjang satu dusun jelang malam tahun baru pukul 17.00 WIB. (merdeka.com/Arie Basuki)

Tim SAR gabungan menyelamatkan 33 warga yang menjadi korban bencana longsor yang terjadi di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin 31 Desember 2018.

“Ada 107 jiwa yang menghuni kampung yang berada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok tersebut dan baru 33 berhasil diselamatkan, dua meninggal dan puluhan lainnya belum diketahui keberadaannya,” kata Kepala Desa Sirnaresmi Iwan melalui sambungan telepon, Selasa (1/1/2018) dini hari.

Menurutnya, untuk korban longsor selamat ada yang diungsikan dan juga dievakuasi ke RSUD Pelabuhanratu karena mengalami luka-luka seperti patah tulang dan lainnya.

2. 34 Rumah Tertimbun

Penampakan Longsor Dusun Cimapag yang Rata dengan Tanah
Seekor hewan ternak yang mati tertimbun ongsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Selasa (1/1). BNPB mencatat, sebanyak 41 orang diduga masih tertimbun longsoran. (merdeka.com/Arie Basuki)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan puluhan rumah di Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor pada malam tahun baru, Senin 31 Desember 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho dalam siaran pers mengatakan, hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan jenuhnya aliran permukaan di areal hutan dan persawahan.

Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya yaitu di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada pukul 17.00 WIB.

3. Sebanyak 9 Orang Tewas

Penampakan Longsor Dusun Cimapag yang Rata dengan Tanah
Tim SAR dibantu warga sekitar mencari orang yang tertimbun longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Selasa (1/1). Sekitar 30 rumah yang dihuni 107 jiwa tertimbun longsor pada 31 Desember 2018. (merdeka.com/Arie Basuki)

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Nugroho, petugas hingga kini masih terus mendata seluruh korban dan kerusakan longsor Sukabumi.

Kata Sutopo, pihaknya meminta masyarakat bersabar dan tidak serta percaya atas informasi yang tak bertanggungjawab.

Update longsor Sukabumi pada Selasa (1/1/2019) pukul 11.45 WIB, 60 orang berhasil diselamatkan, 4 orang luka – luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu.

“9 Orang meninggal dunia, dan 34 orang belum diketahui atau masih dalam pencarian,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

4. Sulit Evakuasi

FOTO: Jenazah Korban Longsor Dusun Cimapag Disambut Isak Tangis
Tim SAR dibantu warga sekitar mengevakuasi jenazah korban longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Selasa (1/1). Longsor menerjang satu dusun menjelang malam tahun baru pada pukul 17.00 WIB. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Nugroho mengatakan, kondisi di lokasi longsor hingga Selasa pagi ini masih diguyur hujan rintik. Jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi.

“Saat ini kegiatan pencarian serta evakuasi korban terdampak longsor dihentikan, karena kondisi di lapangan diguyur hujan dan listrik padam/mati,” kata Sutopo.

Menurutnya, pencarian dan pertolongan korban longsor Sukabumi memerlukan alat berat. “Untuk evakuasi diperlukan alat berat,” kata Sutopo dalam siaran tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Namun, kata dia, akses jalan dan medan di lokasi longsor Sukabumi cukup berat. Kondisi ini menghambat pencarian korban meski alat berat sudah didatangkan.

“Cuaca hujan di lokasi kejadian. Jalanan terjal berbatu ditambah hujan menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi,” ujar Sutopo.

Terlebih, listrik di lokasi kejadian juga padam, begitu pula dengan jaringan komunikasi seluler. Dalam berkomunikasi, tim di lapangan hanya bisa mengandalkan radio komunikasi/handy talkie.

Sutopo mengungkapkan, kondisi di lokasi longsor Sukabumi hingga Selasa pagi ini masih diguyur hujan rintik. Oleh karena itu, evakuasi dihentikan sementara.

“Saat ini kegiatan pencarian serta evakuasi korban terdampak longsor dihentikan, karena kondisi di lapangan diguyur hujan dan listrik padam/mati,” kata Sutopo.

Sumber : Liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.