Ada Rumah Budaya di Karang Tengah

10
Ada Rumah Budaya di Karang Tengah,(adit/katakota.com)
lebaran

Tangerang, Katakota.com  -Masyarakat Karang Tengah berupaya mempertahankan kelestarian budaya Betawi agar tidak punah dengan menghadirkan rumah budaya.

Rumah yang berada di Jalan Raden Saleh No.726, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Karang Tengah digagas oleh masyarakat Karang Tengah bersama dengan Komunitas Seni Budaya Betawi (KSBB).

Acara peresmian sekaligus bersamaan dengan grand opening pabrik kopi dan kedai Harum Manis serta warung budaya Betawi udik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Raden Rina Hernaningsih yang turut hadir mengungkapkan, peresmian rumah budaya sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan yang berada di Kota Tangerang.

Di sana, pengunjung juga dapat belajar langsung kesenian Betawi berupa beksi dan belajar membuat kopi khas Kota Tangerang. “Pembinaan nanti ada dari kami. Bahkan kalau ada kegiatan festival budaya nanti akan kami ajak,” ujarnya, kemarin.

Guna kelestarian budaya, sambung Rina, pihaknya akan mendorong setiap kecamatan untuk memiliki rumah budaya. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengapresisi masyarakat sekitar yang peduli akan kelestarian budaya daerah. “Di sini saya melihat ada ketertarikan masyarakat melestarikan budaya. Ini sangat positif dan dapat menjadi destinasti wisata di Kota Tangerang,” tambahnya.

Pembina KSBB Hartoto mengungkapkan, dengan didirikannya rumah budaya, maka kebudayaan masyarakat di Karang Tengah khususnya tidak hilang meski gempuran budaya asing begitu derasnya.

“Bicara tentang budaya berarti bicara tentang agama, bicara tentang tata krama. Jadi jangan hanya mengingat gadget semata,” ucapnya.

Oleh karenanya, rumah budaya akan banyak menghadirkan permainan. Mulai dari tari, tradisi silat hingg pengajian.

“Rencananya kita akan buat juga taman bacaan,” ungkapnya.

Tokoh karang tengah yang juga anggota DPRD dari Fraksi PDIP ini berharap dukungan pemerintah khususnya perbaikan infrastruktur ataupun akses ke rumah budaya.

“Jadi kita ingin membuat jalan tembus ke belakang, karena terus terang kita ingin membuat kampung ini menjadi kampung Betawi. Maka ada baiknya pemerintah bisa menengok ke rumah budaya ini,” kata dia.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.