Aduuhh…Staf Wanita Rutan Cipinang Diduga Bantu Napi Kabur

10
Rutan Cipinang, Jakarta Timur. (Foto: Koran SINDO/Yulianto)

Jakarta, katakota.com — Salah satu staf perempuan di Rutan Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur, Yuanita, membantu narapidana kasus narkoba bernama Muhammad Said Harahap melarikan diri dari rutan tempat dia bekerja. Menurut keterangan dari pejabat rutan setempat, Yuanita dan Said ternyata mempunyai hubungan spesial.

Kepala Rutan Kelas 1 Cipinang, Oga G Darmawan mengungkapkan, Yuanita yang biasa bertugas menjadi pegawai di dapur rutan itu menjalin hubungan asmara dengan sang narapidana. “Saya dapat laporan dari anggota saya bahwa dia (Yuanita) itu berpacaran dengan tahanan (Said) ini,” ujarnya, Senin (10/12/2018).

Menurut Darmawan, Yuanita sering kedapatan berduaan dengan Said di sela-sela aktivitas mereka di rutan. “Ada laporan dari dalam, dia (Yanita) sering berdua-duaan. Nah, kalau pegawai sering berdua-duaan dengan penghuni rutan berarti sudah tidak wajar,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Darmawan, pihak rutan sebenarnya sudah menidaklanjuti temuan tersebut dengan memindahtugaskan Yunita ke Bagian Tata Usaha (TU), beberapa bulan lalu. Mutasi itu bertujuan agar Yuanita tidak lagi menggunakan waktu kerjanya untuk berduaan dengan Said.

Tak hanya memindahtugaskan staf wanita itu, kata Darmawan, pihak rutan juga menyampaikan larangan secara lisan agar hubungan khusus antara pegawai dan narapidana tak terulang lagi. Akan tetapi, Yuanita tidak menghiraukan larangan tersebut dan tetap berkomunikasi dengan Said.

“Sudah saya pindahkan, SK saya untuk memindahkannya ke TU dan tidak boleh berhubungan dengan napi, tidak boleh masuk ke pintu (sel tempat napi mendekam), sudah ada larangan saya,” kata Darmawan.

Dia menuturkan, sebelum ditempatkan di Rutan Cipinang, Yuanita berkerja di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. “Pindah dari Palembang, sejak tahun 2016,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Ade Kusmanto mengatakan, napi kasus narkoba bernama Muhammad Said Harahap ketahuan kabur dari Rutan Cipinang setelah petugas setempat menghitung warga binaan. Pelarian Said dibantu oleh salah seorang staf perempuan di rutan setempat, Yuanita alias YH.

“Pada Jumat 7 Desember 2018, pukul 19.00 WIB, dilakukan penghitungan seluruh warga binaan. Hasilnya, didapati selisih satu orang, dari yang seharusnya 4.169 orang menjadi 4.168 orang,” ungkap Ade melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, kemarin.

Sumber : Inews.id

Uploader : Cecep R./Ky

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.