Apa sih itu hari istirahat? Hari istirahat atau sering disebut rest day adalah jeda dari latihan intensitas tinggi yang diperlukan oleh tubuh untuk pemulihan otot serta meredakan stres fisik dan mental.
Sepenting itukah rehat dari olahraga rutin? Berapa lama waktu idealnya? Merujuk penelitian dan pakar di bidangnya, berikut penjelasannya.
Rest Day dari Olahraga Rutin Itu Penting Menurut Pakar dan Penelitian
Rest day dari olahraga rutin itu penting/Foto: Magnific.com/Benzoix
Olahraga secara rutin termasuk salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tetap optimal. Namun, aktivitas berat yang dilakukan terus-menerus tanpa istirahat yang cukup justru berdampak buruk pada kesehatan.
Hal tersebut didukung oleh beberapa penelitian dan personal trainer, Rachel MacPherson, CPT, CSCS., seperti yang dilansir dari EatingWell.
“Jika berlatih terlalu keras, otot dan sistem saraf tidak memiliki waktu untuk pulih. Hal ini dapat memicu masalah seperti kelemahan otot, kelelahan, dan penurunan performa, sekaligus menghambat tujuan olahraga yang sudah ditetapkan,” ujar MacPherson.
Penelitian yang dipublikasikan European Journal of Sport Science (2023) dan Biology of Sport (2022) juga mempertegas bahwa melakukan olahraga intensitas tinggi tanpa jeda pemulihan yang cukup berkaitan erat dengan penurunan performa, gangguan hormonal, dan peningkatan risiko cedera.
Jadi, rest day sangatlah penting. Rest day bermanfaat dalam mengurangi rasa nyeri, memperbaiki dan membangun massa otot, mencegah cedera, serta mengistirahatkan pikiran.
Apa yang Dilakukan saat Rest Day?
Rest day itu penting/Foto: Magnific.com/Senivpetro
Meskipun dalam mode ‘istirahat’, kamu tetap boleh melakukan aktivitas fisik. Bedanya, aktivitas yang dilakukan selama rest day adalah aktivitas latihan ringan dan low impact sejenis yoga, jalan santai, berenang, dan bersepeda.
Idealnya, rest day dilakukan setidaknya satu hari setelah melakukan 7-10 hari latihan. Hal ini membantu tubuh untuk tetap fokus dan terhindar dari cedera.
Jangan memaksakan diri terlalu keras untuk berolahraga. Pahami dan dengarkan sinyal dari tubuh. Olahraga dengan intensitas rendah namun konsisten lebih baik dibandingkan intensitas tinggi yang tidak berkelanjutan.
Source : www.beautynesia.id































