
Tangerang, Katakota.com – Sejumlah produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah menembus pasat internasional, di jual dengan harga murah dalam kegiatan perhelatan Festival Cisadane 2016.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, sebanyak 100 produk UKM dan IKM Kota Tangerang menjual dan mempromosikan produknya.
Tak hanya dari pelaku UKM dan IKM saja, tetapi setiap OPD hingga kecamatan pun ikut serta menjual produk unggulan wilayahnya.
Pemeran produk UKM dan IKM yang diberi tema Gelar Karya ini, lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mengenalkan produk lokal kepada masyarakat serta membantu penjualan.
Karena, banyak produk hasil UKM yang memiliki kualitas tinggi bahkan telah tembus pasar internasional. Diharapkan, masyarakat bisa mengetahuinya dan menggunakan produk lokal serta meningkatkan ekonomi pelaku UKM dan IKM.
“Banyak masyarakat yang belum mengetahui produk UKM dan IKM Kota Tangerang. Maka itu, kegiatan ini menjadi media bagi pelaku UKM untuk mengenalkan dan menjualnya pada masyarakat,” tegas Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah.
Pantauan di lapangan, beberapa produk UKM yang di jual seperti halnya tas yang dibuat dari eceng gondok, baju busana muslim, lampu hias kreatif warga, sepatu dan sandal hingga makanan olahan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang, Sayuti, mengatakan, sebanyak 20 produk UMKM masyarakat Kota Tangerang telah berhasil menembus pasar Internasional. Mulai dari produk fashion yang diekspor ke Australia, Saudi Arabia hingga kerajinan yang dikirim ke Belanda.
Sementara itu, produk UKM yang telah tembus pasar internasional antara lain Fashion seperti Dewi Sambi Batik di Kreo Cipadu yang diekspor ke Malaysia dan Singapura. Haura Hijab pemilik ibu Bunga yang dikirim ke Malaysia, Australia, Dubay hingga Arab Saudi. Busana Muslimah oleh KO-Gaya yang dimiliki ibu Luki diekspor ke Malaysia, Brunei dan Thailand.
Ada juga sepatu Geres yang dikirim ke Perancis dan Kerajinan Lumintu ke Belanda. Berkah Mebel Furniture diekspor ke Belanda, Souvenir atau ornamen kerajinan tangan bidadari diekspor ke Singapura dan Malaysia.























