KataKota – Maskot Asian Games 2018 “Drawa” versi baru telah terpilih beberapa rancangan dari masyarakat. Waktunya kita memilih…
Kreavi (jejaring desain dan kreativitas visual) menyayembarakan maskot ini sejak 5 Januari lalu, setelah maskot awal Asian Games 2018 bernama “Drawa” – bersimbol burung cendrawasih—memicu kontroversi karena dianggap tidak keren. Sayembara ini bersifat independen, alias bukan program resmi dari pihak penyelenggara Asian Games 2018.
Walaupun maskot itu sudah diluncurkan pada akhir Desember lalu, kontroversi itu membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga memutuskan akan merancang ulang maskot itu, dengan menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Sementara rancangan ulang itu masih digodok Bekraf, dalam satu bulan Kreavi telah menemukan 345 karya dari kreator-kreator Indonesia, yang antara lain berasal dari Papua, Lampung, Malang, Medan, Bandung, Bantul, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Semarang Bali, Banten, Gresik, Banyuwangi, Jakarta, dan lain-lain.
Dari karya-karya yang masuk, Kreavi telah memilih 20 rancangan untuk dinilai oleh panel juri yang terdiri dari 17 orang dari berbagai kalangan. Panel juri kemudian memilih 10 karya terbaik untuk dilempar kepada publik, rancangan mana yang berhak kelak jadi pemenang.
Masyarakat dapat mengikuti voting tersebut secara online melalui situs kreavi.com dari 6 sampai 11 Februari. Daftar pemenang akan diumumkan pada 15 Februari 2016. Ada total Rp 30 juta dan hadiah spesial disediakan untuk tiga pemenang terbaik, plus juara favorit masyarakat.


(kk/chy)





























