Begini Wujud Toleransi Beragama di LPP Klas II A Tangerang

14
Silaturahmi petugas Foto: eky/katakota.com
lebaran

Tangerang, Katakota.Com — Perayaan Idul Fitri 1440 H seolah bukan hanya milik umat muslim, sejumlah warga binaan non muslim yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Kota Tangerang dengan ikhlas dan semangat kebersamaan ikut menyemarakkan momen bahagia ini. Rabu (5/6).

Herlin Candrawati Kepala LPP Klas II A Tangerang mengungkapkan semenjak kepemimpinannya tradisi kebersamaan antar warga binaan yang memiliki keberadaan latarbelakang ini terus di bangun. Beda agama tak menjadi soal, seperti pada momen Ramadan kali ini para warga binaan non muslim membantu dalam kesiapan pelaksanaan salat Ied serta membuat masakan khas Idul Fitri bersama-sama.

“Disini kami memang salin mendukung, pada saat teman muslim menjalankan ibadah warga binaan yang non muslim berinisiatif menyiapkan makanan bagi rekannya yang muslim, ini sudah kita coba tradisi kan dua tahun belakangan ini, ” Ujar Herlin kepada awak media di lokasi.

Suasana kebersamaan di LPP Klas II Tangerang
Foto: Eky /Katakota.com

Dikatakan, seperti pada saat momen Lebaran ini para warga binaan sejak hari kemarin telah memasak berbagai menu khas Idul Fitri yang kemudian di hidangkan secara bersama-sama dan dinikmati dengan penuh kekeluargaan, seperti ketupat, opor ayam, renang dan lainnya.

“Setiap blok disini menyiapkan makanan, disini ada tujuh blok yang kemudian akan disajikan pada tiap-tiap meja. Ini dilakukan agar muncul suasana kekeluargaan yang kemudian di harapkan mereka merasa nyaman seperti di rumah mereka sendiri sehingga menjaga pola pikir mereka, meredam emosi mereka sehingga rasa rindu kepada keluarga mereka akan terobati, ” Imbuh Herlin.

Dikatakan olehnya bahwa proses memperkuat kebersamaan ini disambut optimis semua warga binaan. Tak hanya itu,  kebersamaan dengan para petugas pun akhirnya juga ikut terjaga.

Ditambahkan oleh Herlin, pada kesempatan ini para keluarga warga binaan juga di persilahkan untuk menjenguk, yang di fasilitasi di ruangan aula.

“Kami beri waktu kunjungan untuk keluarga yakni 45 menit dengan jumlah keluarga maksimal lima orang, kalau lebih dari itu ya harus gantian. Kita akan layani dengan maksimal,” Pungkasnya.

 

Penulis : Roy Maulana
Editor : Eky Fajrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.