Cerita Guru Kota Tangerang Membuat Video Pembelajaran Peraih Rekor MURI

4
Guru di Kota Tangerang bersama Kepala Dinas Pendidikan Masyati Yulia usai menerima piagam Rekor MURI pembuatan video pembelajaran terbanyak pada 13 Juli lalu/ist

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan berhasil meraih Penghargaan Rekor MURI dengan pembuatan video pembelajaran terbanyak oleh Guru-guru Kota Tangerang.

Sebanyak 750 video diluncurkan oleh Pemkot Tangerang sekaligus penyerahan piagam rekor MURI yang diterima oleh Walikota Tangerang Arief Wismansyah pada 13 Juli 2020 lalu.

Jumlah video pembelajaran hingga kini jumlahnya terus bertambah, seiring dengan inovasi guru-guru yang terus berinovasi membuat video guna menunjang kegiatan belajar siswa di tengah pandemic.

Vivi Alfian Feristiana, Guru SDN Taman Sukarya 1 Kecamatan Neglasari yang membuat empat video pembelajaran Budi pekerti melalui aplikasi di handphone menceritakan proses pembuatan video yang dilakukan dirinya beserta guru-guru lainnya.

Pembuatan video pembelajaran berawalnya  diundangnya beberapa perwakilan guru dan kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan membahas mengenai pembuatan video pembelajaran. Kemudian guru-guru  menghitung jumlah jam pelajaran yang disesuaikan dengan keadaan pandemi seperti ini untuk menentukan jumlah video yang akan dibuat.

“Setelah ditentukan jumlah video yang dibuat kemudian dari masing-masing korwil menunjuk beberapa guru untuk pembuatan,”ujarnya.

Seiring berjalannya waktu jumlah guru yang membuat video bertambah, dikarenakan ada beberapa guru yang tidak sanggup mengerjakan video 3 – 4 sendiri mereka pun diperbolehkan mencari teman yang dapat membantu menyelesaikan pembuatan video.

“Sampai terakhir pembuatan video itu sekitar 250 guru dan kepala sekolah dari 13 kecamatan, setiap guru bervariasi membuat videonya, ada yang membuat 1 bahkan ada yang membuat 13 video sendirian,” kata dia.

Dalam prosesnya, Vivi melanjutkan,  terdapat guru-guru  yang mengikuti pelatihan pembuatan video yang diadakan LPMP menggunakan spakrol, ada pula pelatihan membuat video dengan aplikasi animargon.

“Pembuatan video  dibebaskan untuk menggunakan aplikasi apapun, Yang terpenting isi dari video tersebut jelas tujuan pembelajaranya,” ucapnya.

Proses pembuatan video pembelajaran dimulai pada pertengahan bulan Juni dengan batas akhir pada 24 Juni, Namun dikarenakan masih banyak yang belum membuat akhirnya disepakati batas akhir tanggal 1 Juli 2020 dengan ditambah guru-guru membuat storyline video tersebut.

“Dan pada selasa 7 juli dilakukan review seluruh video oleh dinas yang bertempat di SDN Tangerang 6, Guru masih berkesempatan memperbaiki dari kekurangan video yang telah direview, sampai pada akhirnya dilakukan launching pada tanggal 13 Juli 2020 serta penyerahan piagam MURI untuk walikota Tangerang,”paparnya. (Adit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.