Penurunan debit air di Bendung Pasar Baru Pintu Air 10, Kota Tangerang selama musim kemarau yang dimanfaatkan sejumlah warga untuk mencari ikan di aliran Sungai Cisadane. Kondisi air yang surut membuat ikan lebih mudah ditangkap menggunakan jala.
Salah seorang warga Sepatan, Kabupaten Tangerang, Maman, mengaku sengaja datang ke kawasan Pintu Air 10 karena permukaan air yang lebih rendah membuat ikan berkumpul di sejumlah titik.
“Kalau air surut biasanya ikannya banyak, pada ngumpul. Jadi saya manfaatkan buat ngejala. Alhamdulillah dapat juga buat digoreng di rumah,” kata Maman di kawasan Pintu Air 10, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, penyusutan debit air mulai terjadi sejak memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut membuat aktivitas mencari ikan menjadi lebih mudah dibandingkan saat debit air normal.
“Pas kemarau ini, air terus surut,” ujarnya.
Meski demikian, Maman memastikan pasokan air untuk kebutuhan irigasi di wilayah persawahan sekitar Sepatan hingga saat ini masih mencukupi dan belum mengganggu aktivitas pertanian.
“Kalau untuk sawah masih banyak air, masih aman,” ucapnya.
Ia mengatakan, ikan baung dan ikan betok menjadi jenis ikan yang paling banyak ditemukan di Sungai Cisadane saat debit air menurun. Kondisi itu dimanfaatkan banyak warga untuk mencari ikan sebagai tambahan kebutuhan pangan keluarga.
Sementara itu, Kepala UPT DAS Cidurian-Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan kondisi Bendung Pasar Baru masih dalam keadaan aman meski terjadi sedikit penurunan tinggi muka air.

“Berdasarkan pemantauan terakhir, memang ada sedikit penurunan sekitar 1 sampai 5 sentimeter. Hari Sabtu kami juga melakukan evaluasi setelah mendapat informasi tinggi muka air di Bendung Katulampa mengalami kenaikan,” ujar Didik.
Menurut dia, petugas terus melakukan pemantauan kondisi bendung sekaligus membersihkan tumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air menuju saluran irigasi.
“Kami sudah membersihkan tumpukan sampah di pintu bendung dan sore ini dilanjutkan pada saluran irigasi. Teman-teman di lapangan terus melakukan pemantauan dan pembersihan apabila ada sampah yang kembali menumpuk,” katanya.
Didik menambahkan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026. Karena itu, pengelola bendung terus mengoptimalkan pengaturan tinggi muka air agar kebutuhan air baku dan irigasi tetap terpenuhi.
“Saat ini kondisinya masih aman dan normal. Pengaturan tinggi muka air dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan irigasi maupun air baku tetap terjaga selama musim kemarau,” jelas Didik.
Ia memastikan pemantauan debit air, kondisi bendung, serta pembersihan sampah akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga kelancaran aliran air di Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10 Kota Tangerang selama musim kemarau. (Agung)






























