Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang menilai ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Budaya (Porseni) Bocil Pride 2026 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi momentum penting untuk menjaring bibit atlet bola basket berbakat. Hal itu disampaikan saat pelaksanaan pertandingan cabang olahraga bola basket di GOR Tangerang, Senin (20/7/2026).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar sejak usia dini menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang.

“Hari ini kami menghadiri kegiatan Porseni, khususnya bola basket tingkat SMP. Pembibitan atlet memang tidak bisa instan. Semua harus dimulai dari pertandingan-pertandingan usia dini yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan,” ujar Kaonang.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu menjadi ajang pencarian bakat (talent scouting) untuk menemukan pemain-pemain potensial yang nantinya dapat memperkuat skuad Kota Tangerang pada berbagai kejuaraan.
Menurut Kaonang, semakin banyak kompetisi yang diselenggarakan, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet muda berkualitas. Karena itu, ia mendorong agar penyelenggaraan Porseni ke depan dapat melibatkan lebih banyak cabang olahraga.
“Kami berharap Porseni tidak hanya mempertandingkan beberapa cabang olahraga saja, tetapi bisa lebih banyak lagi. Dengan semakin banyak kompetisi, akan lahir talenta-talenta baru yang mampu mengangkat prestasi olahraga Kota Tangerang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Perbasi Kota Tangerang, Andri S. Permana, mengatakan penyelenggaraan Porseni memberikan dampak nyata terhadap perkembangan bola basket di Kota Tangerang. Menurutnya, kompetisi yang digelar secara konsisten menjadi sumber lahirnya bibit-bibit atlet baru.
“Keberhasilan Kota Tangerang meraih satu medali emas dan dua medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) merupakan buah dari kontinuitas penyelenggaraan Porseni tingkat SMP dan Perbasi Cup tingkat SMA,” ujarnya.

Andri menilai sistem pembinaan yang dilakukan secara berjenjang menjadi keunggulan Kota Tangerang dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten. Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang, sekolah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan pembinaan bola basket di Kota Tangerang tidak hanya berorientasi pada prestasi dan kemenangan. Menurutnya, olahraga juga menjadi media efektif dalam membentuk karakter generasi muda.
“Melalui basket, anak-anak belajar membangun rasa percaya diri, bersosialisasi, berkomunikasi, serta menghargai teman dan dirinya sendiri. Nilai-nilai karakter itu menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet,” kata Andri.
Melalui Porseni Bocil Pride 2026, Pemerintah Kota Tangerang bersama Perbasi berharap semakin banyak atlet muda potensial yang lahir dari kompetisi pelajar. Selain mencetak prestasi, ajang ini juga diharapkan menjadi sarana membangun karakter, sportivitas, disiplin, dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda. (Agung)
























