Gema Budaya Hilifamaedodanö 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan budaya masyarakat di Kepulauan Nias kepada masyarakat internasional. Bahkan, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon diagendakan hadir pada pembukaan Festival yang akan berlangsung pada 27 Juli–2 Agustus 2026 di Desa Bawomataluo, terletak di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Kepastian tersebut didapat usai bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon di kantornya, Jum’at (24/7/2026) dengan para Tokoh Masyarakat dan Adat serta para pejabat teras seperti Gubernur Sumut, Anggota DPR RI, Para Bupati hingga Camat sebagai upaya mengenalkan festival asli Kepulauan Nias ke panggung global.
Pemerintah Desa Bawomataluo pun bersiap untuk menyambut para masyarakat yang hadir dan wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.
“Festival ini adalah kesempatan kami terus mengenalkan salahsatu kearifan lokal dari masyarakat Kepulauan Nias di panggung global dan dunia,” jelas Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau.
Teruna Wau, menyampaikan bahwa pelestarian budaya lokal adalah tanggung jawab bersama.
“Jadi tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Kami juga ingin dunia mengetahui bahwa di Desa Bawomataluo ada salah satu simbol kebanggaan budaya Nusantara yang harus terus dijaga bersama,” tegasnya.
Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau, bersama masyarakat Sumatera Utara menyampaikan harapan besar agar Desa Cagar Budaya Nasional Bawomataluo dapat diusulkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Harapan tersebut mengemuka menjelang rencana pengajuan yang diharapkan dapat dilakukan pada 15 September 2026.
Bawomataluo sendiri telah masuk dalam tentative list UNESCO sejak 2009. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya mendorong pengakuan internasional terhadap destinasi wisata tersebut.
“Kami berharap pengajuan ke UNESCO oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 15 September 2026 nanti menjadi langkah awal untuk membawa warisan budaya Nias semakin dikenal dan dihargai oleh dunia internasional,” ujar Teruna Wau.

Untuk diketahui, Gema Pagelaran Budaya Hilifamaedodanö 2026 adalah sebuah panggung pertunjukan kekayaan adat dan nilai-nilai budaya warisan leluhur masyarakat Bawömatalu dari Kepulauan Nias.
Seperti Lompat Batu (Hombo Batu), Tari Perang (Fataele), Fo’ere (Tarian Tradisional Nias), Famadaya Harimau (Arak-arak patung Harimau) hingga Maena Massal.
Agenda Festival Budaya Kepulauan Nias ini akan berlangsung selama sepekan dari tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang.
“Melalui festival ini, masyarakat akan disuguhkan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, serta nilai-nilai adat yang masih terpelihara hingga kini,” pungkasnya.





























