Generasi Millenial: “Ancaman atau Keunggulan Perusahaan”?

29
lebaran

Generasi Millenial:
“Ancaman atau Keunggulan Perusahaan?”

Oleh: Hastuti Naibaho,
Head of Jaya Center for Advanced Learning, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)

Demografi karyawan saat ini sudah mulai didominasi oleh generasi millenial, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1981 sampai dengan tahun 1996. Informasi dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa dari total 129.657.800 penduduk usia kerja (usia 20 s/d 59 tahun), generasi millenial (usia 20 s/d 39 tahun) berjumlah 79.170.493 atau 61% (www.bps.go.id, diakses tanggal 25 September 2019). Banyak kekhawatiran terhadap sikap dan perilaku kerja dari generasi ini sementara organisasi tidak dapat menghindar dari masuknya generasi ini ke dunia kerja. Apakah generasi ini memang ancaman bagi perusahaan atau mungkin informasi negatif yang berlebihan terhadap generasi ini membuat masyarakat tidak lagi memberi (atau mempersempit) ruang penilaian positif?

Perbedaan latar belakang lingkungan sosial akan memengaruhi persepsi, sikap dan perilaku orang di setiap generasi. Generasi millenial dibesarkan oleh orang tua yang mengajar mereka untuk mencapai target yang tinggi, menghindari resiko, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Lingkungan sosial ini membentuk mereka menjadi generasi yang sangat percaya diri, memercayai bahwa diri mereka mampu membuat keputusan yang tepat, dan mampu mengendalikan masa depan mereka (VanMeter et al., 2013).

Kekhawatiran organisasi terhadap karyawan generasi millenial bukan tidak beralasan. Informasi yang diperoleh tentang generasi ini bersumber dari data yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi millenial memiliki nilai-nilai personal dan sikap kerja yang berbeda dari generasi sebelumnya. Ketika bekerja, mereka akan mencari tempat kerja yang dapat memberi gaji dan pemenuhan kebutuhan akan kualitas hidup yang tinggi. Mereka cenderung mengarah pada karyawan yang egois, tingkat loyalitas dan nilai altruisme rendah serta memiliki niat yang tinggi untuk berganti pekerjaan atau perusahaan. Generasi millenial juga mencari tempat kerja yang fleksibel terhadap tenggat waktu, mencari tempat kerja yang dapat memberikan mereka kemajuan karir dan kenaikan gaji yang cepat (Wong, Gardiner, & Coulon, 2008; VanMeter et al., 2013; McGinnis Johnson & Ng, 2016).

Meskipun validitas data tentang profil negatif generasi millenial tidak dipertanyakan, generasi ini memiliki sisi positif. Sayangnya, informasi tentang sisi positif mereka kurang mendapat sorotan. Terdapat beberapa hasil penelitian yang mengungkapkan sisi positif dari generasi millenial. Mereka adalah generasi yang suka melakukan inovasi. Latar belakang lingkungan sosial mereka dibesarkan membuat mereka terbuka terhadap hal-hal baru, mudah beradaptasi serta memiliki kemampuan yang tinggi dalam menggunakan teknologi. Mereka memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan diri serta senang jika diberi tanggungjawab yang dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan organisasi (Gong et.al., 2018).

Selain itu, ketakutan terhadap tingginya niat untuk berpindah pekerjaan juga tidak dapat digeneralisasi. Tidak semua karyawan generasi millenial memiliki kecenderungan terhadap perilaku ini. Penulis melakukan penelitian terhadap perawat di rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta yang masuk dalam kategori generasi millenial. Jumlah perawat yang menjadi responden penelitian penulis adalah 200 orang. Nilai rerata dari jawaban responden terhadap niat untuk keluar dari rumah sakit adalah 2,40. Nilai ini tergolong rendah karena skala jawaban pada penelitian ini adalah skala 1 sampai dengan 5. Rata-rata responden menjawab tidak memikirkan untuk berpindah pekerjaan serta tidak berusaha mencari pekerjaan baru. Hal ini cukup kontradiktif jika dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa generasi ini memiliki tingkat loyalitas rendah. Pada penelitian ini, tingkat stres kerja perawat cukup tinggi nilai (nilai rerata 3,76 dengan skala 5).

Meskipun generasi ini dikatakan generasi yang mencari keseimbangan antara kualitas hidup dan kompensasi yang tinggi di tempat kerja, generalisasi penilaian terhadap generasi millenial dapat dikatakan tidak terdukung. Karyawan millenial yang berprofesi sebagai perawat ternyata memiliki karakteristik individu yang berbeda.

Mereka memiliki komitmen terhadap pekerjaan dan tidak berencana berganti pekerjaan meskipun mereka mengalami stres kerja yang tinggi. Hal ini juga menunjukkan bahwa generasi millenial yang memutuskan bekerja pada sektor tertentu, memiliki nilai-nilai personal yang berbeda.

Selain itu, kepercayaan diri tinggi dan kepercayaan bahwa mereka dapat membuat keputusan yang baik serta kemampuan mengendalikan masa depan sering diinterpretasikan negatif. Pada Era Industri 4.0 saat perubahan lingkungan bisnis sangat cepat dan siklus bisnis semakin pendek, organisasi membutuhkan karyawan yang memiliki karakter individu seperti generasi millenial. Inovasi menjadi faktor penting keberhasilan organisasi. Karyawan dituntut untuk dapat bekerja mandiri dan memberi kontribusi bagi kemajuan organisasi. Penulis berpendapat bahwa di Era Industri 4.0, organisasi membutuhkan karyawan yang berani mengambil keputusan secara mandiri karena kemampuan mengumpulkan segala informasi yang dibutuhkan untuk menganalisis resiko atas keputusan yang dibuat. Bukankah karakteristik individu ini kita temukan pada generasi millenial?

Apakah kita harus menafikkan informasi negatif tentang generasi millenial dan beralih mengagungkan mereka? Penulis tidak hendak menafikkan hasil penelitian sebelumnya tetapi hendak menyeimbangkan informasi. Mengubah mereka tidak mungkin karena hal itu sama dengan hendak mengubah historical background mereka. Yang dapat dilakukan organisasi adalah berdamai dengan mereka dengan cara memahami mereka. Organisasi dapat menciptakan sistem pengelolaan sumberdaya manusia yang sesuai dengan karakteristik mereka. Dengan demikian, organisasi dapat menikmati keuntungan demografi dari karyawan generasi millenial.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.