Hari Museum Nasional: Museum Pemasyarakatan Belum Terbuka Untuk Umum

26
Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Tangerang,(Ccp/katakota.com)
lebaran

Katakota.com, – Jelang hari Museum Nasional para penggiat Photography dari Komunitas Taman Potret (Kotret) Kota Tangerang melakukan hunting bersama di Museum Pemasyarakatan yang lokasinya menjadi satu dengan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas. II A Tangerang.

Bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun.1877 ini, menjadi saksi nyata kehidupan masyarakat dijaman itu, kekejaman hukuman yang sangat tidak manusiawi masih tergambarkan dengan jelas melalui media photo yang di pajang di dinding Museum.

Museum yang baru 2 tahun (2017) diresmikan oleh Mentri Kemenkumham Yasona Laoly ini pun masih menyimpan benda-benda peninggalan Belanda yang pada waktu itu menjajah Indonesia. Benda bersejarah yang masih terawat dengan baik tersebut diantaranya, Senapan,Pedang, Lonceng dan beberapa Timbangan yang sebagian masih berfungsi.

Keberadaan benda (artefak) dan dokumentasi (photo) di museum tersebut bukan dari satu wilayah saja, namun itu didapat dari beberapa Rutan (Rumah Tahanan) di wilayah Indonesia. seperti Rutan Sukamiskin (Bandung. Jawa barat), Rutan Sumatra dan Nuakambangan jawa tengah.

“Peninggalan yang ada di Museum kita ini memang bukan dari wilayah sini saja, benda-benda dan photo itu dari Rutan se Indonesia yang memang dikumpulkan di Museum ini”. Tutur Astrid Retno Yuni Winarti Plh. KPLP. Kelas IIA Tangerang. saat diwawancarai dilokasi Museum Pemasyarakatan. Sabtu, (12/10/19).

Keberadaan Museum Pemasyarakatan yang letaknya didalam areal Lapas, membuat Museum tersebut kurang ter exspos masyarakat, sekalipun mereka yang tinggal berdekatan dengan lokasi Museum . Seperti yang dikatakan Sarip warga Tanah Tinggi . “Saya engga tau kalo di LP. itu ada Museum, padahal rumah saya dibelakang LP”. Katanya saat ditanya keberadaan Museum.

Ini menjadi Pekerjaan rumah bagi Pemerintah Pusat, khususnya Kemenkumham dalam mensosialisasikan keberadaan Museum tersebut kepada Masyarakat Luas.

“Dengan adanya Museum Pemasyarakatan ini, kita bisa melihat perjuangan Masyarakat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda waktu itu, Harta dan Nyawa mereka pertaruhkan dengan kita berkunjung ke Museum ini,selainkita mendapat pengetahuan tentang sejarah, kita juga belajar menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme kita yang saat ini semakin berkurang, terutama generasi muda, saya berharap Kemenkumham segera mensosialisasikan Museum Pemasyarakatan ini dan membuka untuk umum”. Harap Novia Peserta Hunting Bareng Kotret saat di konfirmasi.

FREE DOWNLOAD MUSIK AND SOFTWARE
FREE DOWNLOAD MUSIK AND SOFTWARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.