Jakarta, Katakota.com – Momentum Hari Pahlawan 10 November hendaknya dijadikan momentum bagi perenungan bangsa terhadap permasalahan yang ada saat ini sebagai bahan interopeksi diri.
Rektor Universitas Mercu Buana Jakarta, Arissetyanto Nugroho mengatakan, peringatan hari Pahlawan merupakan moment tepat melihat kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Karena selama ini sejarah masih cenderung dipandang sebagai peristiwa masa lalu saja, tanpa memahami nilai dan makna yang tersirat.
“Sejarah perlu dijadikan pijakan dan energy positif bagi membuat perubahan dimasa datang. Jadi sangat tepat peringatan hari Pahlawan 10 Nopember sebagai perenungan bangsa,” katanya dalam sebuah acara Hari Pahlawan di Jakarta.
Menurutnya kemampuan memaknai sejarah secara tepat bisa menumbuhkan pribadi bangsa yang kuat.
Karena sejarah merupakan peristiwa yang didalamnya memuat banyak pesan. Sejarah juga menjadi sumber ilmu pengetahuan yang penting.
Peristiwa 10 Nopember 1945, lanjut dia, tidak patut hanya dimaknai sebagai peristiwa pergulatan fisik.
Pertempuran pemuda dan tentara sekutu, tetapi juga harus dilihat pada spirit yang melatarbelakangi persitiwa tersbut.
“Peristiwa 10 Nopember itu kan merupakan bentuk idealisme pemuda yang tidak terima di ultimmatum negara lain. Bentuk ultimatum sekutu itu merupakan bagian dari penjajahan,” paparnya
Rektor berharap kemampuan memaknai sejarah tersebut bisa segera ditumbuhkan pada generasi muda.
Tidak sebatas menjadikan sejarah sebagai pelajaran hafalan. Tetapi merasapi secara utuh peristiwa tersebut.
“Saya berharap universitas di Indonesia bisa lebih baik lagi dengan memaknai hari pahlawan. Berkemang dan berkiprah lebih banyak bagi masyarakat. Dan itu dapat dilakukan mlalui pemaknaan sejarah,” tegasnya.
Penulis: Adi



























