Dalam banyak kasus, ini bukan tentang seberapa banyak kamu makan, tetapi lebih pada jenis makanan penghambat diet yang dikonsumsi dan bagaimana pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk mulai lebih cermat mengenali apa saja yang masuk ke dalam pola makanmu. Dilansir dari She Finds, inilah beberapa makanan yang bikin berat badan susah turun. Setelah mengetahuinya, mulailah evaluasi kembali kebiasaan makanmu dari sekarang agar hasil yang diharapkan bisa benar-benar tercapai!
Sereal Sarapan
![]() Makanan penghambat diet seperti sereal sarapan sering dianggap praktis untuk memulai hari/Foto: Freepik/benzoix |
Sereal sarapan memang praktis dan populer dikonsumsi di pagi hari, tetapi banyak produk di pasaran yang mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi sehingga kurang ideal untuk dikonsumsi sebagai pilihan diet sehat. Meskipun kini tersedia varian yang diklaim lebih baik dan bahkan diperkaya protein, kandungan gizinya tetap belum tentu mencukupi kebutuhan tubuh.
Kathleen Benson, CSSD, CPT, RDN dari VNutrition menjelaskan bahwa tambahan protein memang membantu, terutama jika dikombinasikan dengan susu yang juga tinggi protein. Namun, secara umum, sereal masih belum mampu memberikan asupan protein yang cukup sehingga rasa lapar cenderung datang kembali lebih cepat.
Permen Batangan
Makanan penghambat diet seperti permen batangan sering dipilih karena praktis dan mudah ditemukan/Foto: Freepik/azerbaijan_stockers
Candy bar atau permen batangan memang praktis dan mudah ditemukan sehingga banyak orang menjadikannya camilan favorit. Namun, kandungan gulanya cukup tinggi, bahkan bisa setara dengan beberapa porsi dessert dalam tiap batangnya.
Menurut Benson, permen jenis ini dapat dengan cepat menaikkan gula darah, tetapi tidak memberikan rasa kenyang yang tahan lama karena rendah protein dan serat. Akibatnya, rasa lapar bisa muncul kembali dalam waktu singkat. Oleh karena itu, permen batangan sebaiknya dikonsumsi secukupnya sebagai camilan, idealnya setelah makan atau setelah mengonsumsi camilan dengan gizi yang seimbang, bukan saat perut kosong.
Keripik
Makanan penghambat diet seperti keripik kerap terasa mengenyangkan karena teksturnya renyah dan volumenya cukup besar/Foto: Freepik
Keripik, baik dari kentang, ubi, maupun sayuran, memang bisa terasa mengenyangkan saat dimakan karena teksturnya yang renyah dan volumenya yang mengenyangkan perut. Namun, menurut Benson, rasa kenyang tersebut cenderung bersifat sementara.
Rasa kenyang yang sementara bisa terjadi karena keripik umumnya rendah protein dan serat sehingga tidak cukup efektif menahan rasa lapar. Akibatnya, jika dikonsumsi tanpa diimbangi makanan bergizi seimbang, keripik justru dapat memicu keinginan makan kembali dalam waktu singkat.
Source : www.beautynesia.com


























