Inoe Band Wakili Kota Tangerang di Festival Lagu Anti Korupsi Nasional

128
Inoe Band Wakili Kota Tangerang di Festival Lagu Anti Korupsi Nasional,(adit/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com– Berbagai cara diekspresikan untuk memerangi korupsi di Indonesia salah satunya dengan lagu. Seperti yang dilakukan oleh Band Inoe asal Kota Tangerang Propinsi Banten yang menjadi finalis ajang festival lagu anti korupsi nasional yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Personil Inoe Band, Sugeng Riyanto mengatakan, lagu yang dibawakan band Inoe berjudul  “Suap,Cuap, Nguap” itu membawa pesan perlawanan generasi muda dalam memerangi korupsi. Melalui lagu itu disuarakan kepedulian serta dukungan kepada KPK dalam memberantas korupsi.

“Kami ciptakan lagu ini sebagai ajakan keberanian serta memberikan semangat anti korupsi yang bisa dinyanyikan siapa saja,” ujarnya.

Grup musik yang pernah tampil di Festival Cisadane ini beranggotakan lima personil terdiri dari Ghidoy guitar, Samsung guitar, Sugeng mengisi posisi Vocal, Kiki bassis dan Ipank drumer. Mereka bersaing dengan 8 band lainnya se Indonesia yang akan tampil dihadapan juri pada 30 November 2018 di Pasar Festival Jakarta. Selain penilaian langsung ajang ini juga menerima dukungan melalui online sebagai lagu favorit dengan mengakses http://kanal.kpk.go.id/content/event-content/festival-lagu-suara-antikorupsi-2018/inoe-band.

INOE :  Its Not Our Era

Inoe Band adalah band Indie yang berasal dari Perumnas Kota Tangerang ini dalam berkarya  memiliki misi dan mimpi besar dalam memperjuangkan Band Indie.

Menurut Sugeng, Band yang dibentuknya berasal dari kesamaan hobi dalam bermusik diantara anak-anak komplek. Band nya itu ingin memperjuangkan aliran musik yang berbeda dari kebanyakan dengan merubah sedikit jalur musiknya sebagai suatu bagian untuk memberikan warna musik ditengah-tengah melimpahnya Band Indie di Indonesia.

“Jalur Musik kami PopRock dengan ada sedikit pengaruh dari Paramore, Kami ingin berbeda dengan yang lainnya dengan mengembangkan warna musik tersendiri,”ujar pria yang biasa disapa Eeng.

Tambahnya, bandnya diisi oleh personil yang sudah tidak lagi muda secara usia akan tetapi dengan semangat berkarya pihaknya tetap eksis bermusik dan berkarya hal itu ditunjukan Nama Band mereka INOE yang berarti Its Not Our Era yang artinya kami sadar bahwa ini bukan era nya akan tetapi berkarya dan bermusik adalah kewajiban untuk kami intuk itu usia kami kesampingkan untuk menutupi Usia kami dan ciri khas Band kami menggunakan Topeng dalam setiap manggungnya.

“Usia kami Rata-Rata diatas 30 tahun dan sudah bekerja tetapi kami tetap fokus bermusik Indie,” ungkapnya

Dikatakannya, Inoe Band yang sudah memiliki koleksi lagu dapat disaksikan di Youtube ini menjelaskan awal mula Bandnya bahwa jalur Indie merupakan sebuah Idealisme tersendiri dimana sebuah Band dapat berkreativitas secara utuh dan tidak diintervensi oleh Label Rekaman. Lanjutnya Band yang yang tidak pernah melewatkan festival Indie ini mengungkapkan walaupun nantinya ada yang menawarkan rekaman pihaknya akan tetap bertahan dan konsisten dengan karya dan kreativitasnya.

Lanjutnya bahwa Band yang pernah tampil di penutupan Festival Cisadane 2015 ini berharap kehadirannya dapat memberikan semangat untuk generasi yang lebih muda dari kami untuk berkarya dalam bermusik dan tetap idealis mempertahankan jalur musiknya dengan tidak mengikuti arus yang sedang berkembang. Karena disanalah keistimewaan karya kita dalam bermusik.

“Menciptakan sesuatu yang berbeda adalah bagian dari berkarya, hal ini yang ingin kami sampaikan dari kehadiran Inoe Band,” pungkas Eeng.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.