Konsultasi Online Mudahkan Pasien Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

3
Konsultasi Isolasi Mandiri Berbasis daring /ist

Keterisian kamar isolasi Covid 19 di Tangerang, Banten, sudah melewati angka 90 persen. Sejumlah rumah sakit pun mulai kewalahan menampung pasien covid 19 yang terus berdatangan setiap harinya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Akibat infeksi Covid 19 yang terus bertambah pemerintah akhirnya menyarankan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan Isolasi Mandiri terutama yang mengalami gejala. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penularannya.

 

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana cara melakukan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan yang baik. Untuk itu, RS Sari Asih Group melalui salah satu program Isolasi Mandiri yang aman dan terpantau siap memberikan pendampingan bagi pasien yang sedang melakukan protokol kesehatan isolasi mandiri, melalui layanan konsultasi online bagi pasien isolasi mandiri.

 

“Layanan ini berbasis telekomunikasi face to face, sehingga pasien tetap dapat bertatap muka dengan dokter dan dokter dapat melihat kondisi pasien meskipun dalam keterbatasan,” terang Humas RS Sari Asih Ciputat DR. dr. Fitriyati Irviana, MM.

 

Ia mengatakan, banyak keunggulan dari konsultasi online yang diluncurkan diantaranya mengurangi mobilisasi pasien yang tidak perlu datang ke rumah sakit. Melalui konsultasi online akan memudahkan akses pasien untuk tetap dapat mengontrol penyakitnya dengan dokter yang diperlukan meskipun dari rumah.

 

“Pasien dapat mengontrol kondisi kesehatannya saat isolasi mandiri di rumah dengan dokter spesialis penyakit paru dan spesialis penyakit dalam. Obat-obatan pun akan dikirim menggunakan kurir sehingga mengurangi mobilisasi,” ujarnya.

 

Dikatakannya, melalui pelayanan konsultasi online, RS Sari Asih Group turut mendukung dan membantu program pemerintah untuk memantau pasien isolasi mandiri. Dengan demikian, kondisi pasien dapat terkontrol, teramati setiap hari sehingga tidak terjadi kondisi yang berakibat fatal.

 

“Pelayanan bagi pasien isolasi mandiri ini tidak diperuntukan bagi semua orang. Hanya pasien tertentu yang disarankan melakukan protokol isolasi mandiri dan melakukan konsultasi online seperti, terkonfirmasi COVID-19 dengan pemeriksaan PCR, tetapi tidak mengalami gejala COVID-19 atau hanya mengalami gejala ringan, seperti batuk, demam, atau sakit tenggorokan yang bisa diatasi di rumah, katanya.

 

Kemudian pasien mendapatkan hasil positif pada rapid test antigen dan tidak dapat melakukan konfirmasi dengan PCR, terkonfirmasi positif saat exit test pada masa karantina, dan dilakukan pada orang yang berusia di bawah 45 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau penyakit paru yang kronis.

 

“Pasien memiliki rumah dengan kamar yang terpisah untuk setiap penghuninya serta memiliki kamar mandi di dalam rumah,” tukasnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.