Legenda Pemain Arema, Ungkap Sosok Vigit Waluyo

4
Instimewa

Katakota.com, -Nama Vigit Waluyo mendadak tenar usai dirinya disebut-sebut merupakan orang lama di sepakbola nasional yang sering terlibat dalam pengaturan skor.

Seorang mantan runner match-fixing Bambang Suryo menyebut nama Vigit dalam sebuah acara di televisi swasta. Seperti diketahui saat ini Vigit adalah pemilik dari klub Liga 2, PS Mojokerto Putra.

Legenda Arema FC asal Cile yakni Juan Manuel Rubio sendiri ikut buka suara mengenai nama Vigit yang sedang tenar belakangan ini.

Melalui akun Twitternya, Rubio mengatakan bahwa Vigit adalah dalang yang merusak persepakbolaan Indonesia.

“Vigit Waluyo orang paling maling yang aku pernah kenal di dunia ini. Dialah mempermalukan bangsa Indonesia,” kata Juan Rubio dalam akun media sosial Twitter pribadinya, Jumat (30/11/18).

Juan Manual Rubio bersama sang adik Fransiscco “Pacho” Rubio pernah berseragam Arema pada tahun 1999. Bersama dengan Rodrigo Araya kala itu, ketiganya dikenal dengan sebutan Three Muskeeter Chile.

Ketiga pemain asing tersebut sukses membawa Arema ke Babak 8 Besar di Senayan pada Ligina musim 1999/2000. Pacho mencetak 10 gol sejak hadir di bumi Arema mulai putaran II Liga Indonesia 2000 (termasuk 3 gol yang dicetak Pacho Rubio dalam 2 pertandingan di babak 8 Besar di Senayan) ini adalah momen emasnya bersamaTrio Chile di Arema.

Namun sayang, kiprah Rubio bersaudara di Arema berakhir tahun 2000 bersamaan dengan pelarangan Pacho untuk bermain di liga Indonesia oleh PSSI kala itu karena kelakuan tidak sportif Pacho.

Vigit Waluyo sendiri diketahui pernah memiliki beberpa klub sepakbola di Indonesia. Dirinya sempat tercatat sebagai manajer Persewangi Banyuwangi, PSIR Rembang, Persikubar Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan Deltras Sidoarjo.

Namanya sempat menjabat sebagai Ketua PSSI Jatim. Tapi hanya sebentar, sebelum akhirnya digantikan La Nyalla Mattaliti.

Sumber : Bolalob.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.