LGBT Serang Pemuda Produktif Jawa Barat

7
Ilustrasi LGBT. ©2015 Merdeka.com

Bandung, Katakota.com — Masyarakat yang mengalami prilaku seks menyimpang di Jawa Barat, semakin memprihatinkan. Berdasarkan, pemetaan Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Jabar, saat ini terdapat sekitar 1.500 tempat ‘mangkal’ atau pertemuan terbuka khusus lelaki penyuka lelaki (LSL). Jumlah LSL di Jabar, tercatat ada 23 ribu orang.

Menurut Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat turut aktif merangkul mereka supaya masyarakat yang melakukan berbagai seks menyimpang jumlahnya bisa ditekan. Karena, saat ini keberadaan LGBT di Jabar sudah semakin memprihatinkan.

“Para LSL ini pun menjadi salah satu penyumbang terbesar angka orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Jawa Barat,” ujar Uu kepada wartawan usai membuka Acara Pertemuan Puncak Ketua Komisi Penanggulangan Aids se-Jabar di Bandung, Selasa petang (30/10).

Uu mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahaya penyebaran virus tersebut untuk masa depan bangsa. Selain itu, angka warga LSL yang tercatat, hanya sebagian kecil dari kenyataannya. Bahkan cenderung tersembunyi.

Oleh karena itu, menurut Uu, ia membutuhkan peran masyarakat untuk berperan aktif mendeteksi dan merangkul mereka, termasuk kaum LGBT. Apalagi, saat ini ternyata berdasarkan data yang diterima dari KPA Jabar, 70 persen LGBT usia 15 tahun sampai 25 tahun atau usia sekolah. “Ini adalah usia produktif, usia sekolah dan kuliah. Kita harus tanggulangi bersama, demi nasib bangsa ke depan,” kata Uu.

Uu mengatakan dengan statistik hasil penelitian yang mengkhawatirkan ini, pemerintah tidak bisa bertindak sendirian dalam menanggulangi masalah sosial tersebut. Terlebih, 1.500 tempat mangkal ini tersebar di Jawa Barat, dan tidak hanya di kawasan perkotaan.

Sumber : Republika

uploader : Cecep R./Ky

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.