Liga Champions: AS Roma vs Liverpool, Skor Akhir 4-2

23
Giorginio Wijnaldum mencetak gol kedua Liverpool di gawang AS Roma pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis.

Katakota.com, -Hasil pertandingan AS Roma vs Liverpool pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis, usai dengan skor 4-2, agregat 6-7. The Reds lolos secara dramatis ke final!

Anda yang tidak menonton laga leg kedua ini boleh menyesal. Gol susul menyusul terjadi pada babak pertama. Seluruhnya oleh pemain Liverpool. Dua ke gawang Roma, satu bunuh diri ke gawang sendiri.

Sadio Mane membawa skuad Jurgen Klopp unggul cepat menit ke-9 setelah didahului satu kesalahan gelandang Radja Nainggolan. Di bawah tekanan para pemain tim tamu, ia mencari pertolongan dengan mengumpan ke sesama pemain tengah, tapi bola terlalu lemah. Roberto Firmino merangsek maju dan mencuri bola, membawanya mendekati kotak penalti sebelum mengumpankannya ke Sadio Mane, yang dari sisi kiri kotak menaklukkan kiper Alisson Becker. GOL! 0-1! Agregat 2-6!

Tapi skor ini tak bertahan lama. James Milner menyamakan skor 1-1 melalui bunuh diri menit 15. Berawal dari satu umpan lambung di sisi kanan lapangan, bola coba dibersihkan pemain belakang The Reds tapi memantul terkena kepala Milner dan dengan kencang masuk ke gawang sendiri. GOL! 1-1! Agregat 3-6!

Beruntung fans Inggris boleh bernafas lega. Giorginio Wijnaldum yang didatangkan dari Newcastle United membawa tim urutan empat di klasemen Liga Inggris ini unggul 1-2 berkat golnya di menit 25. Ia memanfaatkan satu lagi kesalahan pemain Roma. Edin Dzeko menyundul bola mendekati gawangnya sendiri dan Wijnaldum tinggal menanduknya. GOL! 1-2! Agregat 3-7! Skor ini bertahan sampai akhir babak pertama.

Giallorossi bukan tak memiliki peluang. Salah satunya terjadi menit 35 ketika Stephan El Shaarawy melihat peluang lalu menembak dari pinggir kotak. Bola hasil tembakannya memantul di Milner dan menghantam tiang gawang. Hampir saja sebuah gol bunuh diri lain dari Milner!

Setelah dua gol The Reds, fans tuan rumah sedikit senyap sekarang. Suasana riuh yang menghiasi Stadio Olimpico sejak menit pertama sudah berkurang jauh. Liverpool unggul 7 gol lawan tiga tapi Jurgen Klopp tidak senang dengan kelakuan pemainnya di akhir babak pertama. Para pemain Liverpool kelihatan malas-malasan dan kurang gigih mengejar bola. Ini penyakit lama tim. Mereka bisa berbalik kebobolan jika main seperti ini di babak kedua nanti.

Sementara itu kapten tim Jordan Henderson sempat mengamuk pula terhadap Mohamed Salah ketika pemain Mesir itu tak kunjung kembali cukup cepat ke posisinya, guna mencegah pemain La Lupa terlalu cepat naik ke depan. Adegan di menit-menit akhir paruh pertama ini menarik untuk diamati saat mereka kian memastikan diri lolos ke babak final.

Statistik mungkin memperlihatkan semuanya. Pada paruh pertama Giallorossi tak berhasil melepaskan tembakan tepat target ke gawang tim tamu, sementara anak-anak Jurgen Klopp mencatatkan 4 shots on goal, dengan dua berujung gol. Roma lebih unggul soal dominasi bola, 58% lawan 42% tapi intersepsi lebih banyak dilakukan skuad Inggris itu, 8 banding satu, untuk memulihkan kepemilikan bola.

Babak kedua sudah dimulai. Klub Merseyside itu kini hanya tinggal bertahan tak kebobolan sampai empat gol untuk mencapai final, menjadi wakil Inggris di laga paling elit Eropa. Siapa yang sangka?

Sementara itu trio Salah, Mane dan Firmino kini mengukuhkan diri mereka sebagai trisula striker paling produktif mengalahkan trio BBC (Bale, Benzema, Cristiano) di Real Madrid. Jumlah golnya sejauh musim ini 29 gol. Bandingkan dengan 28 gol BBC pada musim 2013-2014.

Nahh kan! Paruh kedua baru saja dimulai beberapa menit dan Edin Dzeko kini membawa Roma mendekat dengan golnya di menit 52. Skor saat ini 2-2 dengan agregat 4-7. Skuad Klopp harus berhati-hati. La Magica punya kemampuan untuk menciptakan keajaiban.

Gol ini berawal dari kesalahan kiper Loris Karius, gagal menghentikan bola tendangan Stephan El Shaarawy, tapi malah memantulkannya ke depan Dzeko, dan sang pemain Bosnia itu menyelesaikannya dengan satu tendangan setengah voli ke bagian atas gawang. GOL! 2-2!

Tadi di menit 49 seharusnya sebuah penalti dihadiahkan bagi Giallorossi. Kiper Karius menjatuhkan Dzeko di kotak. Wasit Damir Skomina (Slovenia) menilai sebelumnya sudah terjadi offside. Keduanya keputusan yang salah menurut tayangan ulang.

Menit 62 kejadian handball Marcelo kemarin terulang! Kali ini Alexander-Arnold menahan satu tembakan El Shaarawy dengan tangannya dan wasit mengabaikannya. Seharusnya sudah menjadi tendangan penalti bagi Giallorossi. Kemarin Real Madrid yang dipayungi keberuntungan. Malam ini Liverpool.

Sudah memasuki menit 65 dan raksasa Inggris yang pernah memenangkan lima piala Eropa ini sedikit tertekan di lapangan tengah menyusul bangkitnya kepercayaan diri para pemain La Lupa usai menyamakan skor tadi. Sejumlah peluang terjadi. Pertama melalui Cengiz Under, yang masuk menggantikan Lorenzo Pellegrini, tapi diselamatkan kiper Karius. Kemudian Dzeko dengan mudah menusuk masuk ke dalam kotak sebelum menembak melebar, menit 66. Setelah itu Salah di ujung lain lapangan menembak dari sudut sempit, tapi ditepis keluar oleh Alisson.

Menit 75 berlalu dan tuan rumah sudah melakukan tiga pergantian pemain. Sementara Jurgen Klopp belum mau melakukan satu pun pergantian. Under, Gonalons dan debutan Mirko Antonucci masuk menggantikan Pellegrini, de Rossi dan pemain Mesir El Shaarawy yang kelihatan cedera.

Menit 79 dan 81 Dzeko mendekat dan hampir saja membuat gol lagi. Satu tendangan voli dari hasil sepak pojok Nainggolan hanya bisa melebar. Setelah itu satu tembakan lain dari sudut sempt, memanfaatkan kesalahan Alexander-Arnold, berhasil diselamatkan kiper Karius. Menit 83 Sadio Mane menjadi yang pertama ditarik keluar. Apakah ia cedera lagi seperti biasanya? Ragnar Klavan masuk.

Liverpool sangat mengkhawatirkan dalam soal bertahan. Jika mereka tampil seperti ini pada final melawan Real Madrid, mereka bisa dibantai habis. Nah, kan, baru diomongin sudah gol lagi. Kali ini Radja Nainggolan membalaskan kesalahannya di babak pertama dengan mencetak gol ketiga Roma. Agregat kini 5-7!

Tadi di menit 84 hampir saja terjadi perkelahian antara Kostas Manolas dan Andy Roberston, menyusul satu tekel keras terhadap Florenzi. Manolas berlari 25-30 meter untuk menantang pemain Liverpool tersebut. Wasit mengganjar keduanya dengan kartu kuning.

Sangat berbahaya kondisinya bagi anak-anak Jurgen Klopp! Nainggolan maju dan menaklukkan Karius. Agregat kini 6-7. Satu gol lagi dibutuhkan!

Setelah injury time beberapa menit, wasit akhirnya meniup peluit panjang. Hasil AS Roma vs Liverpool ditutup dengan skor akhir 4-2, agregat 6-7.

Susunan pemain AS Roma vs Liverpool :

Roma : Alisson, Florenzi, Manolas, Fazio, Kolarov, Lorenzo Pellegrini, De Rossi, Nainggolan, Schick, Dzeko, El Shaarawy. Cadangan: Skorupski, Juan Jesus, Under, Gonalons, Bruno Peres, Gerson, Antonucci.

Liverpool : Karius, Alexander-Arnold, van Dijk, Lovren, Robertson, Wijnaldum, Henderson, Milner, Salah, Firmino, Mane. Cadangan: Mignolet, Clyne, Klavan, Moreno, Ings, Solanke, Woodburn. (Kotax90)

Sumber: Gilabola.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here