Mahasiswa UPJ Berikan “Self Regulation” Memasuki Dunia Kerja

4
lebaran

Katakota.com- Dari 6.82 juta tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia, yang terbanyak yaitu 8.63 % berasal dari lulusan SMK. Hal ini karena terdapat ketidakcocokan antara kebutuhan dunia kerja dan keahlian yang diasah saat di sekolah.

Oleh karena itu, selain hard skills sesuai kompetensi dan kurikulum, lulusan SMK perlu mengasah soft skills. Soft skills tersebut dibutuhkan agar lulusan SMK cekatan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Mahasiswa Program Studi Psikologi melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan berjudul Pentingnya Self-Regulation Memasuki Dunia Kerja di SMK Waskito jurusan Multimedia, Jumat (4/10). Pelatihan praktik mata kuliah Psikologi Pendidikan yang diampu oleh Gita Soerjoatmodjo,

Gita Soerjoatmodjo mengatakan, Self-regulation atau regulasi diri adalah kemampuan mengelola diri mencapai tujuan – mencakup menilai diri sendiri, mengetahui seberapa mampu dirinya menguasai materi dan apa yang perlu dilakukan untuk berprestasi optimal.

“Dalam konteks SMK, hal ini perlu mencakup kesiapan memasuki dunia kerja karena lulusan SMK diarahkan agar siap kerja,” ujarnya.

Pengabdian masyarakat mahasiswa UPJ di Sekolah Waskito/foto dok UPJ

Materi yang disampaikan antara lain adalah sukses di dunia akademik dan dunia kerja.

Menurutnya, sukses di dunia akademik dicapai dengan menggunakan strategi belajar yang tepat, disampaikan melalui ceramah oleh mahasiswa kemudian diskusi kelompok mengidentifikasi contoh penerapan di konteks SMK.

“Untuk diskusi, siswa menyusun poster bersama menggunakan spidol aneka warna dan post-it untuk merangkum materi,” ucapnya.

Setelah itu, kata dia, siswa melakukan simulasi situasi wawancara kerja. Secara khusus yang digali adalah inisiatif, mengingat para siswa SMK ini berasal dari generasi milenial yang dipersepsikan kurang memiliki inisiatif. Menggali ini dalam simulasi diharapkan membangunkan mereka untuk lebih memunculkan inisiatif.

“Terakhir, pelatihan ini ditutup dengan bermain peran (role play). Siswa SMK bermain peran sebagai pewawancara maupun yang diwawancara. Keseluruhan materi dilakukan dengan pembelajaran aktif (active learning). Diharapkan dengan praktik langsung, seluruh siswa tak hanya paham tetapi juga mampu menerapkan materi pelatihan yang diperoleh,” paparnya

Pelaksana kegiatan ini sepenuhnya mahasiswa. Hal ini karena Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya berupaya agar mahasiswa dan lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai.

“Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) menyebutkan bahwa profil lulusan Sarjana Psikologi dapat bekerja di bidang komunitas sampai pendidikan, termasuk di SMK. Dengan cara ini, lulusan Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.,” tutupnya.(dit/ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.