Mau Hubungan Intim Tapi Takut Karena Sedang Hamil? Begini Penjelasan Dokter

5
Capture live instagram RS Sari Asih

Selain kebutuhan bersifat biologis, hubungan intim antar suami istri merupakan bentuk pernyataan kasih sayang, kedekatan, yang dapat menimbulkan perasaan nyaman disertai bahagia.

Namun ada kalanya hubungan intim dianggap menjadi kendala saat sang istri tengah hamil. Anak yang dikandung pun tak jarang dirasa sebagai pengacau di antara hubungan suami dan istri.

Hal ini diperparah dengan informasi-informasi yang salah sehingga menimbulkan ketakutan. Alhasil, kehamilan malah menjauhkan perasaan antar sang suami dengan istri. Akibatnya, kehamilan menjadi penyebab suami dan istri menjadi berjarak.

Dilansir dari Instagram @rssariasih, Dokter spesialis Obgyn pada RS Sari Asih Ciputat dr Nadia Octarya, SpOG menyebutkan kehamilan bukan penghalang untuk berhubungan intim dengan pasangan. Namun sebagian Ibu hamil merasa takut dan cemas jika aktivitas tersebut berdampak negatif terhadap kondisi janin yang sedang berkembang di dalam rahim.

“Hubungan seks di masa kehamilan tidak membahayakan bayi atau calon bayi. asalkan kehamilan tidak mengandung resiko dan hal ini bisa dilakukan selama keduanya sama-sama nyaman,” ujar dr Nadia Octarya, SpOG.

Lebih lanjut dr Nadia menjelaskan, hubungan seks saat hamil tidak membahayakan calon bayi yang sedang berkembang di dalam rahim disebabkan adanya perlindungan alami seperti cairan ketuban, otot-otot yang berada di dalam rahim, serta lendir yang membantu menutupi leher rahim.

Nadia menambahkan, orgasme saat berhubungan seks dan hormon oksitosin yang muncul saat orgasme membantu mengencangkan area panggul agar semakin kuat untuk kontraksi dan setelah persalinan.

Nah dari pernyataan tersebut, jika memang tidak ada larangan dari dokter kandungan dan kebidanan yang biasa dikunjungi, baiknya tidak perlu takut untuk melakukan hubungan intim hingga menjelang persalinan.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.