Menhub Resmikan Uji Coba Kendaraan Listrik Otonom Pertama di Indonesia

10

Teknologi digital banyak diterapkan untuk mengakselerasi elemen kota pintar yang meliputi aspek keamanan, efisiensi waktu, kesehatan, kualitas lingkungan, hubungan sosial dan partisipasi masyarakat. Penerapan teknologi digital ini diupayakan oleh berbagai pihak termasuk sektor swasta untuk meningkatkan kualitas hidup sehingga ke depannya dapat meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat, sejalan dengan visi dan misi G20 yang perhelatannya akan berlangsung akhir tahun ini di Indonesia. Salah satu agenda negara-negara maju dalam mewujudkan kota pintar berenergi hijau adalah pengoperasian autonomous electric vehicles (AV) atau kendaraan listrik tanpa awak.

Sinar Mas Land yang mentransformasi BSD City sebagai integrated smart digital city pun menghadirkan inovasi ini dengan Mitsubishi Corporation. Kendaraan listrik otonom ini berasal dari Prancis dengan merek dagang Navya varian Arma akan beroperasi di dua titik lokasi yakni Q Big BSD City dan Kawasan BSD Green Office Park. Peresmian uji coba kendaraan listrik otonom tersebut dilakukan oleh Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan Republik Indonesia) bersama dengan Bambang Susantono (Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara), Dhony Rahajoe (Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara), Muhamad Yusuf (Asisten Perekonomian Setda Provinsi Banten), Ahmed Zaki Iskandar (Bupati Kabupaten Tangerang), Masami Tamura (Kuasa Usaha Ad-Interm Kedutaan Besar Jepang), Takuji Konzo (Kepala Perwakilan Mitsubishi Corporation Jakarta Office), dan Michael Widjaja (Group CEO Sinar Mas Land) di Q Big BSD pada hari ini (20/05).

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mengapresiasi upaya Sinar Mas Land dalam mengembangkan transportasi masa depan dalam kota pintar yang berkesinambungan di Tanah Air.

“Terima kasih kepada Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation yang sudah membuat proyek ini untuk menjadi inovasi yang baik untuk kita. Kehadiran AV menjawab solusi akan kendaraan yang rendah emisi karbon, mengurangi kemacetan, dan tepat waktu. Semoga teknologi inipun bisa kita tunjukan saat G20 Summit sehingga mata dunia tau bahwa Indonesia punya visi masa depan dan membuat terobosan. Kami terus mendukung BSD City untuk menjadi labolatorium inovasi, dapat dicontoh oleh tempat-tempat lain dan menghadirkan paradigma baru sesuai visi Presiden.” paparnya.

Pada kesempatan yang sama Chief Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap mengatakan, untuk menjadi kota pintar yang terdepan, kami menyiapkan BSD City untuk tanggap terhadap beragam alternatif solusi kehidupan masyarakat di masa depan.

“Ini membuat Research and Development menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi BSD City sebagai integrated smart digital city. Keberadaan BSD City sebagai testbed untuk kendaraan listrik tanpa awak juga mewujudnyatakan kesiapan kota mandiri ini untuk futuristic and green mobility.” katanya.

Navya Arma memiliki penggerak listrik dan battery pack berkapasitas 33 kWh yang dapat bertahan selama 9 jam. Kendaraan listrik itu berdimensi 4,7 m x 2,1 m dengan kapasitas penumpang 15 orang, dengan formasi 11 duduk dan 4 berdiri. Arma dilengkapi dengan beragam sensor mulai dari pemanfaatan GNSS (Global Navigation Satellite Systems), sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis, kemudian akan diproses oleh komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tertanam di dalam mobil. Transportasi listrik tanpa awak ini mempunyai kemampuan akselerasi, navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk menghindari halangan dan melakukan pemberhentian secara otonom.

Masyarakat umum dapat turut mencoba kendaraan listrik otonom ini dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan mengisi survei sebelum dan sesudah menikmati kendaraan, melalui aplikasi OneSmile. Kemudahan akses transportasi dan mobilitas di BSD City akan menjadi kelebihan yang ditawarkan oleh Sinar Mas Land kepada warga dan masyarakat luas. Kesediaan BSD City sebagai pusat riset teknologi digital dan inovasi transportasi juga telah diakui oleh sejumlah perusahaan teknologi multinasional seperti Apple Inc. melalui Apple Developer Academy, Amazon Web Services hingga Grab dalam uji coba GrabWheels.(dit/rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.