Tangerang, Katakota.com – Taman Baca Baleraja menggelar Diskusi Budaya Bahasa Sejarah Pendidikan Islam yang terletak di kolong flyover Balaraja.
Mengadakan diskusi budaya dengan mengangkat tema “Sejarah Institusi Pendidikan Islam dari Kuttab Hingga Madrasah”.
Acara yang diakhiri dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama itu berlangsung hangat dan santai.
Narasumber pertama adalah Pelaksana Seksie Pendidikan Madrasah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kabupaten Tangerang, Nazarudin, menyampaikan bahwa saat ini satuan pendidikan madrasah statusnya telah disamakan dengan sistem pendidikan dengan satuan sekolah.
“Kalau dari sisi jumlah, di Indonesia ini lebih banyak madrasah dibandingkan dengan sekolah. Jika dulu madrasah statusnya sederajat dengan sekolah, sekarang statusnya disamakan dengan sekolah karena madrasah sendiri adalah bagian dari sistem pendidikan nasional di Indonesia,” katanya.
Sedangkan pembicara kedua yaitu Pemimpin Redaksi Majalah Kebudayaan Jawara, Atma Drackonia. Sebagai budayawan, menyoroti pergeseran makna madrasah akbiat adanya formalisasi madrasah oleh negara.
Dalam sejarahnya, madrasah itu perguruan tinggi meski secara spesifik tidak bisa begitu saja disamakan dengan universitas. Namun sejarahnya memang demikian, madrasah adalah pendidikan tinggi sedangkan satuan pendidikan di bawahnya ya seperti kuttab.
Pembicara ketiga adalah Ketua Forum Persatuan Taman Baca Masyarakat (FPTBM), Ganda Purnama. Ganda yang kesehariannya menjadi pegiat TBM mengatakan apa pun satuan pendidikan yang dijalankan, yang terpenting adalah kemampuan guru atau pengajar dalam menyampaikan materi ajar.
“Bagi saya, madrasah itu kan tempat belajar. Jadi, apa pun satuan pendidikan yang dijalankan, yang terpenting adalah kemampuan seorang guru dalam menyampaikan materi, Kalau ia menganggap guru sebagai profesi maka hanya akan menjadi pengajar yang hanya menyampaikan materi, Tapi kalau ia menganggap bahwa guru itu bukan sekadar pekerjaan tapi sebuah pengabdian, akan memosisikan diri selain sebagai pengajar sekaligus juga pendidikan yang bisa dijadikan telada oleh muridnya,”Ujarnya”.(Mad sutisna/KK).
























