Katakota.com — Masyarakat Pangkalpinang yang berada di Provinsi Bangka Belitung kini punya ikon pariwisata baru dengan akan diresmikannya sebuah jembatan gantung yang diberinama Jembatan Batu Rusa II atau yang dikenal dengan Jembatan Emas pada 29 Desember 2017 mendatang. Jembatan yang dibangun selama 7 tahun belakangan ini memiliki panjang 784 meter ini dibangun dengan konstruksi cable stay dan sistem bascule (jungkit) pada bentang tengahnya.
Sistem bascule digunakan untuk mendukung lalu lintas kapal di Sungai Batu Rusa menuju pelabuhan Pangkalan Balam. Dan dengan sistem cable stay, jembatan tersebut mampu menjadi pengaman bagi kapal kapal yang masuk tanpa izin. Selain itu jembatan megah ini bakal jadi ikon pariwisata baru di Provinsi Bangka Belitung disamping untuk memajukan perekonomian masyarakat di sana.
“Jembatan ini akan jadi ikon pariwisata baru di Provinsi Bangka Belitung. Bila di Sumatera Selatan punya ikon Jembatan Ampera, maka disini akan ada Jembatan Emas yang akan jadi ikon baru bagi provinsi Babel. Selain menjadi ikon, jembatan ini dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas dan meningkatkan perekonomian dua daerah di Babel yakni daerah hulu dan hilir,” ungkap Erzaldi Rosman Djohan , seperti dilansir dari Beritasatu, Selasa (19/12).
Ditambahkan Gubernur Babel itu, dibangunnya Golden Gate Bangka Belitung dengan teknologi buka tutup yang dipercantik dengan lampu LED dan sejumlah CCTV, penataan kuliner dan play ground terbesar di Indonesia di pesisir Golden Gate tersebut juga bagian dari pembangunan pariwisata pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang.
“Jembatan Emas dibangun dengan biaya senilai Rp 400 miliar lebih ini, memiliki sistem buka tutup atau bascule ini dalam pengerjaannya memakai konsultan ahli dari Inggris dan merupakan satu-satunya jembatan yang berteknologi bascule di regional Sumatera. Jembatan ini nantinya dapat membuka akses pariwisata daerah karena wisatawan yang melintasi jembatan dapat melihat langsung suasana dan keindahan Pantai Air Anyir, Pasir Padi yang terletak di Pangkalpinang, PLTU Air Anyir di Kabupaten Bangka dan rumah sakit Pusat Malaria. Selain dapat menghidupkan daerah-daerah yang dilintasi wisatawan di Bangka Belitung,” sambungnya.
“Dan kini proses pembangunannya sudah hampir rampung 100 persen, dimana nanti pada peresmiannya pada 29 Desember 2017 rencananya akan juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta beberapa Menteri Kabinet Kerja.
Sumber : Beritasatu
























