ODHA : Saya Ingin Bermanfaat bagi Sesama

15
Marlina Puspita Sari saat memberikan pelayanan pendampingan kepada sejumlah pasien di RSUD Kabupaten Tangerang. Foto: Eky Fajrin/Katakota

Tangerang – Divonis menderita AIDS sejak 2009 tidak membuat Marlina Puspita Sari berkecil hati. Dirinya terus berupaya tegar dan bangkit dari keterpurukan yang akhirnya kini dirinya menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.

Keterpurukan saat itu ditambah ketika ditinggal suami yang mengalami hal serupa pada 2012 silam. Tidak ingin terus tenggelam dalam kesedihan perlahan Lina sapaan akrabnya mulai aktif di komunitas dan yayasan yang berkecimpung dalam penangangan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Saat ini aku aktif di yayasan Kotex Mandiri dan sebagai pendamping bagi pasien baru. Biasanya aku bertugas di rumah sakit umum daerah Kabupaten Tangerang,”terang perempuan yang telah memiliki tiga orang anak perempuan, Selasa (1/12).

Dalam kesehariannya perempuan yang telah berusia 41 tahun ini membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Biasanya setelah melakukan pendampingan hingga sore hari dirinya pulang untuk berkumpul dengan tiga buah hatinya yang beranjak remaja.

“Ya kalau lagi kumpul biasanya kami bisa main tik tok bareng,”ujarnya seraya tertawa.

Meski harus mengkonsumsi obat-obatan setiap harinya, Lina tetap tampil energik dengan berkerudung ketika melakukan pendampingan kepada pasien baru atau lama. Cerita menjadi seorang pendamping ia kisahkan dimana dirinya harus betul-betul bisa memberikan penjelasan yang baik sehingga pasien baru tidak panik belebihan dan mau mengkonsumsi obat.

Selain itu, sambung Lina tak jarang ia mendapati pasien yang sulit untuk berdisiplin dalam menjalakan pengobatan sehingga kondisinya semakin memburuk. Bahkan, ia merasa sedih ketika pasien barunya adalah seorang remaja yang dinilainya masih memiliki perjalanan panjang.

“Ada dulu aku pernah mendampingi seorang perempuan, nah belum lama ini aku mendampingi seorang remaja yang ternyata dia adalah anaknya dari perempuan itu, rasanya gimana gitu,” ucapnya.

Perempuan yang memiliki hoby berolahraga sepeda ini berharap kedepan perannya sebagai tenaga pendamping bisa diperhatikan oleh pemerintah. Selain itu hak-hak nya dalam mengakses kesehatan juga menjadi perhatian khusus sehingga tidak ada stigma negatif yang muncul.

“Saat ini kami hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama,”tuturnya..  (Eky F./Katakota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.