Organda Dilema Turunkan Tarif Angkot

13
foto : http://cdn.tmpo.co/

Jakarta, KataKota.com – Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) mengaku sangat dilema soal mepengambilan sikap usai pemerintah mengumumkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, kondisi ekonomi dan nilai tukar mata uang yang belum stabil menjadi salah satu faktor Organda sulit menentukan sikap atau dilema.

“Sekarang ini pengusaha angkutan umum dilema dan serba salah, karena selama ini acuan penurunan harga diketahui hanya pada harga BBM turun saja, padahal tidak,” kata Shafruhan kepada Okezone, Jakartam, Jumat (25/12/2015).

Shafruhan menyebutkan, unsur BBM dalam rumus perhitungan tarif sangat kecil dibandingkan dengan unsur spare part dan juga pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP).

Dia melanjutkan, masyarakat juga harus mengetahui bahwa unsur BBM tidak memiliki peran besar terhadap rumus perhitungan tarif angkutan umum.

“Selama ini, masyarakat dibentuk pemikirannya kalau soal tarif acuannya hanya BBM,” tambahnya.

Padah, tegas Shafruhgan, penurunan harga BBM jenis Premium yang sekira Rp150 per liter dan Solar sekira Rp750 per liter tidak mempengaruhi sedikit pun ke perhitungan tarif.

“Jadi penurunan yang sekecil itu tidak sama sekali pengaruh,” tukasnya.

Diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membeberkan alasan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. Premium dibanderol Rp7.150 per liter dari sebelumnya Rp7.300 per liter dan Solar dibanderol Rp5.950 per liter dari sebelumnya Rp6.700 per liter.

Penurunan harga BBM ini akan diberlakukan pada 5 Januari 2016 dan menjadi kado Natal dan Tahun Baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Okezone/eq)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.