Pegiat Seni Sambut Baik Peresmian Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis

8
Pegiat Seni Ngadino bersama anggota kesenian Sanggar Jampi Kangen

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Ir Hasto Kristiyanto, meresmikan Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, yang berada di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (10/4/2021).

Acara peresmian ini, diisi dengan beragam pagelaran seni budaya, penandatanganan prasasti Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis di Patung Soekarno, dan Symposium Nasional. Selain itu, di sela-sela acara juga ada pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar.

Selain Hasto Kristiyanto peresmian Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, seperti Aria Bima, Kepala BKN DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Anggota Komisi VI DPR RI, Yustinus Prastowo, Stafsus Menteri Keuangan, Enny Sri Hartati, Ekonom Senior Indef, Zuhairi Mizrawi, Intelektual Muda Muslim, dan juga Clance Teddy, Sekjen DPP GMNI 2017-2019.

Ananta Wahana selaku pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, mengatakan, tempat tersebut sudah berdiri sejak sepuluh tahun silam. Menurutnya, padepokan itu telah berhasil membuktikan diri, bahwa keberadaannya menjadi tempat titik temu lintas generasi, kaum muda lintas aliran politik, serta lintas Agama dan Budaya. Terbukti, nama-nama tokoh yang menjadi pemeran utama di panggung politik nasional pernah singgah di padepokan tersebut.

“Sebut saja misalnya, Akbar Tandjung, (Alm) Bondan Gunawan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizad Ryacudu, Antasari Azhar, hingga Ir Joko Widodo yang tak lain saat ini menjadi orang nomer satu di Republik Indonesia,” terang anggota DPR RI dapil Banten 3 ini.

Politisi senior PDI Perjuangan ini menerangkan, pada prosesnya, Karang Tumaritis tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah bagi kaum muda dan masyarakat untuk menempa diri melalui kegiatan pelatihan-pelatihan kepemimpinan, kelas filsafat, seminar. Bahkan, tutur Ananta, beberapa komunitas seni budaya menjadikan Padepokan ini sebagai tempat untuk berlatih dan mengekspresikan diri mereka, termasuk belajar menjadi wirausaha baru tingkat IKM dan UMKM.

“Sepuluh tahun yang lalu, tempat yang sekarang menjadi Padepokan Kabangsaan Karang Tumaritis, dulunya merupakan hutan bambu yang dipenuhi oleh banyak ular. Kami menyulap lahan yang terhampar di tanah seluas 3000 meter persegi ini, menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, atau bahkan untuk sekadar berkumpul saja,” paparnya.

“Saat ini Padepokan Kabangsaan Karang Tumaritis, menyediakan ruang-ruang kelas untuk tempat belajar anak usia dini (PAUD, Red),” sambungnya.

Pegiat kesenian dari Kota Tangerang Ngadino yang turut hadir menyambut baik diresmikannya padepokan Karang Tumaritis sebagai sarana berkumpulnya para seniman dari lintas profesi. Hal ini sangat penting sebab  tak hanya membahas seputar kesenian saja namun juga memecahkan masalah kebangsaan seperti salah satunya terkait pandemi Covid-19.

“Padepokan juga dapat menjadi sarana para milenial Tangerang mengekspresikan kreativitas minat dan bakatnya  melalui kegiatan kesenian dan lainnya yang positif,”tutur pegiat kesenian yang berlatar belakang notaris ini.(dit)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.