
Jakarta, Katakota.com – Pemerintah dan dunia usaha harus bersinergi agar peluang bagi angkatan kerja lama dan baru ini semakin luas.
Oleh sebab itu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi (vocational training) menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Hal ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja baru yang mengalami ketidaksesuaian (mismatch) antara kualifikasi dengan kebutuhan dunia industri.
“Untuk itu perlu adanya intervensi dari pemerintah dan tentunya dunia industri. Jadi dilakukan vocational training sehingga angkatan kerja baru ini punya tools untuk masuk pasar kerja,” tutur Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, Rabu (13/9).
Hanif mengungkapkan penyebab dari tidak terserapnya angkatan kerja dengan cepat oleh dunia usaha salah satunya oleh sistem pendidikan Indonesia yang belum berorientasi pada kebutuhan dunia industri.
Saat ini, dari total 130 juta angkatan kerja Indonesia, sebanyak 60 persen diantaranya merupakan tenaga kerja berpendidikan SD dan SMP.
Penulis : Roy
Editor : KK
Sumber : CNNIndonesia

























