Pemkot Tangerang Dorong Budaya Literasi Lewat Pemilihan Duta Baca 2026

3

Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong peningkatan budaya literasi di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang di Ruang Al Amanah, Aula Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin. Pemilihan Duta Baca diikuti para pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kota Tangerang.

Kepala DPAD Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan budaya gemar membaca sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan literasinya.

“Targetnya adalah kita berupaya untuk meningkatkan budaya gemar membaca bagi para pemuda, pelajar, dan juga memberikan ruang untuk para pemuda untuk meningkatkan kemampuan literasinya melalui Pemilihan Duta Baca ini,” kata Engkos.

Engkos menyebut, antusiasme pelajar mengikuti ajang tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan. Dari sekitar 70 peserta yang mengikuti proses seleksi, terpilih 10 besar untuk mengikuti tahapan grand final.

“Target kita sebenarnya kemarin 50 orang, tapi ini hampir dua kali lipat. Saya pikir ini menjadi tantangan buat kita ke depan. Dengan semakin berkembangnya literasi, semakin banyaknya pelayanan perpustakaan, minat-minat generasi muda untuk meningkatkan literasi mereka, saya pikir menjadi suatu yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Engkos, para Duta Baca nantinya tidak hanya menjadi ikon literasi, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan untuk mengajak generasi muda lainnya meningkatkan minat baca.

Para Duta Baca, kata dia, dapat berkunjung ke sekolah-sekolah, mengikuti kegiatan DPAD, hingga melakukan storytelling dan read aloud di perpustakaan.

“Dengan kegiatan Duta Baca ini, mereka bisa mengajak rekan-rekannya, teman-teman sebayanya untuk meningkatkan gemar membaca. Mereka juga bisa mengajak komunitas datang ke perpustakaan, membaca buku, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, Pemilihan Duta Baca diharapkan dapat mendorong semangat anak-anak dan generasi muda untuk gemar membaca.

Menurutnya, budaya membaca penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan generasi penerus bangsa.

“Pemilihan Duta Baca ini untuk mendorong semangat kepada anak-anak kita untuk gemar membaca. Karena ini adalah salah satu program Pemerintah Kota Tangerang untuk melakukan regenerasi bangsa kepada generasi penerusnya agar mempersiapkan menjadi pemimpin di masa depan,” kata Sachrudin.

Sachrudin menilai, tantangan peningkatan budaya literasi semakin besar di tengah perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan gawai oleh anak-anak dan generasi muda.

Karena itu, ruang-ruang yang dapat mendorong anak muda untuk belajar dan membaca perlu terus diperbanyak.

“Anak muda sekarang itu harus pintar, harus cerdas. Oleh karenanya kita berikan ruang-ruang seperti ini agar anak-anak muda itu terpacu, sehingga dia mau belajar, mau membaca, belajar dengan pengalaman orang lain, kelebihan-kelebihan orang lain, termasuk belajar pada perjuangan bangsa ini,” ujarnya.

Sachrudin menambahkan, peningkatan budaya literasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua, dunia usaha, akademisi hingga media.

“Ketika orang tua mendorong anak-anaknya, mendukung anak-anaknya untuk belajar, diharapkan anak-anaknya itu menjadi anak-anak yang membanggakan nantinya. Jadi pemerintah saja sendiri nggak bisa, Kepala Dinas beserta jajarannya saja nggak bisa, tapi butuh dukungan dan partisipasi para orang tua, pengusaha, akademisi, termasuk media,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya proses belajar dan membaca bagi generasi muda.

“Mulai dari individu masing-masing, mudah-mudahan anak-anak ini menjadi orang yang banyak manfaatnya. Artinya menjadi orang yang membanggakan, menjadi anak-anak yang pintar, cerdas, menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agamanya,” pungkas Sachrudin.

Di sisi lain, Engkos menyampaikan DPAD Kota Tangerang juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana perpustakaan. Saat ini, perpustakaan tengah menjalani proses akreditasi.

Ia berharap hasil akreditasi yang akan diumumkan setelah tahapan terakhir dapat sesuai dengan harapan, mengingat fasilitas perpustakaan yang tersedia dinilai telah mendukung peningkatan layanan literasi masyarakat. (Agung)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.