Jakarta, Katakota.com – Polemik soal senjata yang dianggap mematikan dan melebihi kecanggihan milik TNI terus menghangat di masyarakat. Beragam tanggap terkait hal tersebut ada yang setuju dan yang tidak.
Terkait hal tersebut, pengamat Militer Muradi mengatakan, dirinya merasa tak masalah dengan senjata yang dipesan oleh kepolisian untuk Brimob. Pasukan Brimob, kata dia, memang memiliki kualifikasi untuk menggunakan senjata itu.
“Tak masalah selama kemudian peruntukannya itu jelas. Itu kan Brimob melakukan pengadaan untuk di Poso dan Papua yang karakter ancamannya berbeda dari yang biasanya,” ungkap Muradi dikutip dari Republika, Rabu (11/10).
Menurutnya, karakter ancaman di lokasi-lokasi itu lebih dari standar yang ada. Di sana kerap terjadi aksi terorisme, separatisme, dan sebagainya.
“Jadi, yang menggunakan itu bukan polisi biasa. Harus Brimob karena mereka punya kualifikasi kombatan. Tapi tadi, pengawasannya tetap ada di polisi dan Kementerian Pertahanan (Kemhan),” tutur dia.
Pihak TNI pun, kata Muradi, bisa melakukan penyitaan barang atau senjata itu jika yang dibeli itu digunakan untuk membunuh rakyat sipil. TNI bisa melakukan hal itu karena pengawasannya daru hulu ke hilir. Ia pun memberikan contoh bagaimana bisa mereka melakukan investigasi dan melakukan penyitaan senjata.
Penulis : Roy
Editor : Q


























