Pengguna Medsos Rentan Alami Gangguan Kejiwaan

1

Banyak manfaat bukan juga bukan tanpa akibat. Penggunaan media sosial dengan durasi hingga berjam-jam sesungguhnya bisa membahayakan si pengguna. Mulai dari kehilangan rasa percaya diri hingga membuat kualitas tidur menurun adalah beberapa dampaknya.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Sari Asih Karawaci dr. Uliandri Amrullah, SpKJ, menyebutkan sejumlah faktor yang membuat pengguna sosial media rentan mengalami gangguan kejiwaan.

“Dampak dari menggunakan media sosial membuat kita senang dan memberikan kepuasan, dan saat itu dilakukan secara terus menerus kemudian terhenti, maka akan merangsang otak agar kita melakukannya kembali untuk mendapatkan efek rasa senang dan puas tersebut,” terang dr. Uliandri Amrullah, SpKJ.

Dengan sensasi tersebut maka akan menjadikan penggunanya menjadi rentan kecanduan. Terlebih bagi usia anak atau remaja dengan perkembangan otak yang belum matang, sehingga penggunaan media sosial sulit untuk dikendalikan.

Efek kejiwaan terhadap penggunaan sosial media yang terus menerus bisa berupa tekanan emosional yang tinggi seperti akan menjadi marah, kesal jika saat bersosial media baik di handphone atau lainnya terganggu.

“Kita mungkin pernah lihat jika ada anak yang sedang main handphone kemudian diambil handphone nya maka emosi si anak terlihat lebih agresif, tak mampu menahan emosinya,” ujar dr. Uliandri Amrullah, SpKJ.

Secara psikologis, lebih jauh disebutkan dr. Uliandri Amrullah, SpKJ, penggunaan sosial media yang berlebihan akan menimbulkan depresi jika tidak menggunakannya. Dengan pengendalian diri yang minim mereka terpancing untuk mengakses media sosial untuk mencari kenyamanan, penghargaan orang lain agar mendapatkan perasaan positif.

Pendampingan pun perlu dilakukan oleh profesional jika menyadari adanya gangguan. Analisa gangguan bisa dilihat jika beberapa fungsi sehari-hari tidak berjalan semestinya, misal gangguan sekolah, gangguan pekerjaan atau gangguan kesehatan, seperti enggan mandi atau malas merawat diri.

“Pertolongan harus dilakukan jika pengguna tidak bisa mengendalikan penggunaan sosial media, frequensi menjadi semakin sering dan lama dan terganggu prioritasnya sebagai siswa, pegawai dan atau lainnya, nah jika sudah seperti itu baiknya segera lakukan konsultasi dengan profesional medis,” ujar dr. Uliandri Amrullah, SpKJ.(ditz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.