Tangerang, Katakota.com– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menimbulkan polemik di masyarakat. Proses tersebut perlu dievaluasi menyeluruh agar tak terulang di tahun berikutnya.
Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Syech Yusuf (Unis) Tangerang Prof Mustafa Kamil. Menurutnya PPDB berdasarkan Permendikbud No 51/ 2018 pada prinsipnya sebuah konsep yang dapat dipertanggungjawabkan, transparan, kredibel, jujur dan non diskriminatif. Namun dalam pelaksanaannya tak berjalan baik disebabkan adanya beberapa faktor yang terjadi di daerah.
“Pertama adanya stigma masyarakat tentang sekolah favorit dan sekolah berprestasi, kedua masyarakat belum memahami standar pendidikan,dari status akreditasi menganggap sekolah favorit lebih hebat dari sekolah lainnya,” ujar Mustafa di kampus Unis, Kamis (27/6).
Kondisi itu menjadi salah satu pemicu pelaksanaan PPDB yang menimbulkan polemik. Selain itu permasalahan juga disebabkan sistem zonasi yang belum bisa menjawab kebutuhan orangtua dalam mensekolahkan anaknya.
“ketika menetapkan PPDB, kesalahannya kondisi ril sekolah tak berbanding dengan jumlah lulusan dan tingkat kepadatan di zonasi,” ujarnya.
Oleh karenanya dia meminta Pemerintah untuk mengevaluasi ulang pelaksanaan PPDB dengan sistem yang lebih baik.
Menurutnya sistem zonasi dapat dibuat tak berdasarkan peta geografis namun memperhatikan jumlah penduduk dan kebutuhan sekolah.
“Misalkan penduduk padat perlu dibangun lebih banyak sekolah,” ujarnya.
Selain itu perlu juga penataan dari zona padat diberikan akses untuk masuk ke zonasi yang lebih longgar. Upaya ini dapat menampung siswa yang tak bisa masuk di zona padat.
“Perlu mapping sekolah dan riset wilayah mana saja yang membutuhkan sekolah, dan menyiapkan antisipasi dari kepadatan zonasi,” pungkasnya.(dit)


























