Sambil Berkumpul, Arief Bertadarus Bersama Keluarga

6
Arief tadarus bersama keluarga,(adit/Katakota.com)

Tangerang, Katakota.com-Pesatnya perkembangan zaman tidak selalu berdampak positif. Untuk itu, sudah semestinya pemahaman agama dan iman menjadi benteng bagi setiap orang untuk menangkal pengaruh negatif tersebut.

Apalagi kalau benteng iman dibangun dengan pondasi yang kuat sejak dini. Hal itu pula lah yang diajarkan Calon Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang memberi pemahaman agama Islam kepada anak-anaknya. Hal ini bertujuan  agar anak-anak dapat memahami  ilmu ilmu agama pada kehidupannya. Sambil mengisi waktu luang  saat  berpuasa, bertadarus bersama menjadi pilihan Arief dan istri untuk selalu menjalin kehangatan bersama keluarga .

Mereka berdua selalu mengajarkan  kedua anaknya Aisah dan Najwa untuk selalu  bertadarus bersama.  Dimulai dengan membaca iqro  lalu diteruskan  dengan membaca surat surat pendek yang mudah dihafal.

Arief R Wismansyah  menuturkan, rutinitas seperti ini sangat dinantikan karna di bulan suci Ramadan  yang penuh keberkahan ini. ”Kegiatan bertadarus bersama  dapat menjadi momentum berharga di bulan yang penuh rahmat Allah SWT,”tuturnya.

Selain mengajarkan ilmu agama , Arief pun mengajari  anak anaknya untuk membiasakan diri untuk berpuasa dari sejak dini, agar mereka terbiasa dengan hal agama hingga dewasa. “Maka di bulan yang penuh dengan limpahan rahmat  ini kita manfaatkan bersama untuk melakukan ibadah dengan  keluarga dan membangun keharmonisan,” ucapnya.

Mengenalkan ajaran agama dan menanamkan benih-benih keimanan di hati sang anak pada usia dini seperti ini sangat penting sebagai pondasi kehidupan beragamanya kelak. Anak di usianya dini tertarik untuk meniru semua tindak-tanduk ayah ibunya, termasuk yang menyangkut masalah beribadah.

Selain itu, datangnya bulan Ramadan, tentu membawa perubahan rutinitas di setiap rumah para umat Islam. Di antaranya perubahan pada waktu makan, serta adanya kegiatan salat berjamaah yang biasanya dilakukan di masjid seusai salat isya, yaitu salat tarawih dan witir serta ibadah-ibadah lainnya. Perubahan rutinitas hidup sehari-hari yang tersebut, tentu bukanlah hal yang baru, bagi setiap anggota keluarga muslim yang selama sebulan penuh dalam setahun melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Namun lain halnya bila, perubahan tersebut baru dirasakan oleh anak- anak.

Sejalan dengan perkembangan usianya, anak dapat menilai situasi di lingkungan sekeliling terutama lingkungan keluarganya. Perubahan yang terjadi di bulan Ramadan yang dirasakan anak, terutama perubahan pada waktu makan dan aturan tidak boleh makan dan minum di siang hari sampai menunggu adzan magrib.

Di sinilah pentingnya kesadaran para orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk mengoptimalkan keberkahan di bulan suci Ramadan. Yaitu selain untuk melipat gandakan amal ibadahnya, namun juga memanfaatkannya sebagai momen berharga untuk menanamkan keimanan, mengenalkan dan mengajari nilai-nilai agama pada anak, salah satunya melalui aktivitas berpuasa.

Anak umumnya berperilaku dengan mencontoh atau meniru model orang dewasa yang dilihatnya. Dengan melihat keteladanan yang dicontohkan oleh orangtuanya, misalnya keteladanan dalam hal bersahur, berpuasa dan berbuka puasa, anak akan meniru melakukan apa yang dilakukan oleh orangtuanya. “Orangtua, hendaknya memberi contoh teladan beribadah disertai dengan ajakan untuk bersama-sama melakukannya,” ucapnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.