Tangerang, KataKota,- Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pembangunan Jembatan Angke yang menghubungkan wilayah kecamatan dengan kecamatan ciledug mulai menemui titik cerah. Berdasarkan pantauan langsung dilapangan, pembangunan jembatan yang dimulai pada pertengahan 2015 oleh Provinsi Banten ini secara fisik dan kasat mata telah selesai dan dapat digunakan oleh warga.
Kepala Bagian Humas, Pemerintah Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum dapat memastikan apakah jembatan tersebut sudah dapat digunakan atau belum. Dirinya hanya memastikan bila memang pembangunannya telah rampung untuk kemudian dapat digunakan oleh masyarakat sudah tentu akan disambut baik oleh warga Kota Tangerang, terlebih keberadaanya akan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang wilayah tersebut.
” Kami belum dapat tembusan suratnya, yang pasti bila memang sudah bisa digunakan tentu akan sangat disambut baik oleh warga kota khususnya yang sering melintasi wilayah ciledug dan sekitarnya.” Ujar Wahyudi.
Lebih lanjut, Wahyudi pun tidak lupa menyampaikan apresiasi serta ucapan terimakasihnya kepada pihak provinsi yang telah menyelesaikan proses pembangunan jembatan ini, mengingat pernah terhambatnya pembangunan, sehingga berdampak pada meluasnya kemacetan khususnya di wilayah kecamatan karang tengah dan ciledug.
” Saya atas nama pemkot mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak provinsi setelah sebelumnya Pak Wali berapa kali memantau langsung pembangunan, bahkan sampai berkirim surat agar proyek ini cepat selesai.” Ungkap Wahyudi.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Binamarga dan Tata Ruang, Widodo Hadi, membenarkan bahwa pembangunan jembatan Angke telah usai dan dapat segera digunakan. Mengingat dari segi teknis, umur beton sebenarnya dapat digunakan dari tanggal 31 Desember kemarin.
Kini, pihaknya hanya tinggal menunggu waktu sambil mengirimkan terlebih dahulu surat pemberitahuan kepada Polres dan juga Pemkot Tangerang, terkait operasional jembatan yang memakan anggaran kurang lebih 6,9 Milyar ini.
” Minggu ini rencananya akan open traffic, nantinya pengaturan jalan akan dikembalikan seperti semula, jadi tidak ada lagi kontraflow.” Jelas Widodo.
Jembatan ini sendiri menurut Widodo dapat diklasifikasikan sebagai jembatan kelas A. Dimana bila dihitung berdasar beban, jembatan dengan lebat 7 meter dan panjang 25 meter ini dapat menanggung beban mencapai 400 ton.
” Pahit – pahitnya ada tumpukan truk di jembatan, masih kuat menahan bebannya.” tegas Widodo. (Kk/Roy)





























