Tangerang, Katakota.com– Diseluruh dunia diperkirakan terdapat 4 – 10 penyandang epilepsi per 1.000 penduduk per tahun. Sedangkan di Indonesia dari sekitar 250 juta penduduk diperkirakan terdapat 1,5 – 2,4 juta penyandang epilepsi yang memerlukan pengobatan.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Retno Jayantri Ketaren, SpS sebagai dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals Lippo Village saat Seminar Awam Memperingati Hari Epilepsi pada Sabtu, (21/4) di Aula Siloam Lippo Village, Tangerang.
Lebih lanjut Retno mengatakan, bahwa serangan epilepsi dapat berbeda-beda pada setiap kasus sebab tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu.
“Selain berupa kejang-kejang serangan epilepsi dapat pula berupa hilang kesadaraan sesaat seperti ‘bengong’, tiba-tiba menjatuhkan atau melempar benda yang dipegang. Hal inilah yang harus dan perlu diketahui baik keluarga terdekat maupun khalayak ramai,” katanya.

Sementara Direktur Siloam Hospitals Lippo Village dr. Jeffry Oeswadi, MARS mengatakan, Seminar ini ditujukan bagi masyarakat awam, serta pasien dan keluarga dengan epilepsi, agar mitos yang beredar di masyarakat tentang epilepsi bisa diluruskan. Epilepsi bukan karena hal-hal aneh dan tidak berhubungan dengan kutukan atau apa pun.
“Sebenarnya epilepsi dapat dikontrol dengan minum obat teratur dan kontrol pengobatan yang baik sesuai kondisi perorangan pasien. Penyandang epilepsi juga dapat hidup dan bekerja seperti orang kebanyakan.” kata dia.
Ia menambahkan, masyarakat awam, sebagian dari kita masih belum paham tentang apa itu epilepsi dan bagaimana seharusnya penanganannya, bahkan pasien dan keluarga masih malu dan menutupi bila ada anggota keluarga dengan epilepsi.
“Seminar ini akan memperlengkapi masyarakat awam mengenai strategi pengobatan dan memotivasi agar jangan memberi stigma negatif terhadap penyandang epilepsi,” ucapnya.
Siloam Hospitals Lippo Village sebagai salah satu rumah sakit swasta terkemuka di propinsi Banten, siap melayani pasien dengan epilepsi.
Proses penanganan pasien tidak cukup hanya menangani pasien saja, akan tetapi yang paling penting yaitu orang terdekat yang tinggal serumah dengan pasien, seperti orang tua, anak, keluarga terdekat.
“Penting karena mereka yang selalu ada bersama penyandang epilepsi setiap hari agar tidak panik setiap kali ada serangan terhadap pasien epilepsi,” kata Alexander Mutak, Head of Business Development Division Siloam Hospitals Lippo Village.
Para pembicara yang hadir dalam seminar diantaranya dari tim Spesialis Saraf SHLV seperti: dr. Retno Jayantri Ketaren, SpS; dr. Evlyne E Suryawijaya, M. Biomed, SpS; dan dr. Anyeliria Sutanto, SpS. Acara ini akan dipandu oleh Spesialis Saraf senior dari SHLV, Dr. dr. Rocksy F.V.Situmeang, Sp.S.(dit)





























