Sistem Peringatan Dini Longsor Buatan Indonesia Dijadikan Standar Dunia

3
System Peringatan Dini Longsor

Jakarta, Katakota.com — Sistem peringatan dini longsor buatan Indonesia diakui oleh Organisasi Standar Internasional (ISO). Sistem yang diberi nama Landslide Early Warning System (LEWS) yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) ini ditingkatkan menjadi ISO 22327 sebagai Guidelines for Implementation of a Community-based Landslide Early Warning System.

 “Sistem peringatan dini longsor ini sebagai bentuk kontribusi Indonesia dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada dunia untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman bahaya longsor. Mari ciptakan bumi yang aman dari bencana untuk generasi mendatang,” ujar Ketua BNPB Willem Rampangilei di Plenary Meeting ISO Sydney, Australia, Jumat (16/3/2018). Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Longsor

LEWS merupakan sistem berbasis masyarakat yang terdiri dari tujuh subsistem yang dikembangkan dari konsep peringatan dini berbasis masyarakat milik badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNISDR). Subsistem tersebut adalah penilaian risiko, sosialisasi, dan pembentukan tim siaga bencana.

Kemudian, pembuatan panduan operasional evakuasi, penyusunan prosedur tetap, pemantauan, peringatan dini, dan gladi evakuasi. Selain itu, membangun komitmen otoritas lokal dan masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan keseluruhan sistem peringatan dini tanah longsor.

Pada awal mula, LEWS ini telah diuji coba di lebih dari 150 lokasi di Indonesia. Kemudian sistem ini dikembangkan untuk mendapakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada tahun 2014, Indonesia juga mengajukan usulan untuk penyusunan Standar Internasional melalui ISO. Usulan tersebut disetujui dan masuk dalam komite ISO/TC 292: Security and Resilience pada Working Group 3: Emergency Management, sebelum akhirnya mendapatkan ISO 22327.

“Lebih dari 40 juta masyarakat di 274 kabupaten atau kota terpapar bahaya longsor. Longsor sendiri merupakan bencana paling mematikan di Indonesia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sumber    : Kompas.com

Uploader  : Cecep R./Qy 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.