Jakarta, Katakota.com – Sebanyak 60 siswa dari tiga Sekolah Dasar (SD) di Jakarta dan Tangerang membuat surat khusus bagi Presiden Joko Widodo.
Ketiga sekolah tersebut antara lain SDN Karang Anyar 1 Tangerang, SD Amore Jakarta dan SDN Pesanggrahan 5 Jakarta.
Surat yang ditulis tangan tersebut menyampaikan berbagai pesan dan permintaan terkait perbaikan dan peningkatan fasilitas publik seperti kemacetan, buruknya fasilitas sekolah sampai soal penanganan asap akibat kebakaran hutan.
“Pesan dan permintaan anak-anak SD tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya”, ujar
Ketua Panitia Festival UMB ke 8, Irmulan Sati saat menutup acara wisata edukatif di Universitas Mercu Buana, Jakarta.
Menurutnya kegiatan menulis surat bersama tersebut sangat baik. Bukan hanya menggali dan mendapatkan aspirasi dikalangan anak-anak saja, tetapi bagian upaya mewujudkan komunikasi yang intensif antar pemimpin dan anggota masyarakatnya.
Melalui kegiatan ini pun, dia berharap mampu mendorong pemahaman generasi muda yang peduli pada persolan lingkungannya. Sekaligus menanamkan kembali tradisi berkorepondensi yang perlahan mulai memudar.
“Aspirasi anak-anak SD itu patut dihargai. Tidak menyangka anak-anak punya perhatian pada isu-isu nasional, seperti asap, korupsi dan kekerasan pada anak,” katanya.
Dosen Fikom UMB mengatakan, surat dari anak-anak SD kepada Presiden Jokowi akan segera dilayangkan ke kantor Sekretariat Negara. Sebagai wujud aspirasi yang disampaikn pelajar SD di Jakarta dan Tangerang.
Secara teknis, lanjut diam jumlah surat yang dilayangkan kepada Presiden sebanyak enam surat. Setiap surat ditulis 10 pelajar yang secara intensif telah berdiskusi lebih dulu melalui kelompoknya terkait pesan yang ingin disampaikan kepada Presiden.
“Makanya tak heran setiap surat itu terkadang ada kesamaan pesan yang diajukan”, tegasnya.
Festival UMB ke-8 ini diikuti 2.757 peserta dari 355 sekolah se Jabodetabek. Aksi kirim surat kepada Presiden adalah bagian wisata edukatif.
Zahira, mengatakan, dirinya mengaku senang bisa mengirim surat kepada Presiden. Karena, dirinya tak pernah terpikirkan ide seperti itu karena khawatir suratnya tak terbaca.
“Iya senang. Karena bisa sampaikan pesan kepada Presiden dan semoga dapat di tindak lanjuti,” ujarnya.
Penulis: Adi



























