Terungkap Pencurian Koper di Bandara Soekarno-Hatta

12
Pria berkaus lengan panjang dan bercelana pendek yang diduga mencuri bagasi penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terekam CCTV. Rabu, 23 Mei 2018. Foto: Angkasa Pura II.

Tangerang, Katakota.com -Kepala Kepolisian Resort Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan mengatakan sedan Toyota Limo dengan nomor polisi B 2268 0Z yang dikendarai oleh MD, 16 tahun, pelajar yang ditangkap mencuri koper di Bandara Soekarno-Hatta, adalah milik orangtua pelaku.

“Mengapa masih dibawah umur sudah nyetir, karena diajari orangtuanya,” kata Viktor, Senin 28 Mei 2018 di Bandara Soekarno-Hatta.

Polres Bandara menunjukan barang bukti 10 koper hasil curian di Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan MD,16 tahun, pelajar SMP di Tangerang.

Orangtua MD, kata Viktor, mengajari anak lelakinya menyetir untuk membantu mengantar ayahnya yang sakit-sakitan ke dokter ataupun rumah sakit.” Ayahnya mengalami penyakit yang sewaktu waktu kambuh,” kata Viktor tanpa menyebutkan penyakit orangtua MD.

Mobil sedan warna silver tersebut menjadi salah satu barang bukti yang disita polisi karena diduga terkait dengan tindakan kriminal yang dilakukan MD.

Siswa kelas 3 SMP itu diketahui telah lima kali melakukan pencurian bagasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dalam kurun waktu Juni 2017 hingga Mei 2018.

Pelat kendaraan tersebut terekam CCTV Bandara Soekarno-Hatta yang menuntun polisi menangkap MD dirumahnya pada Sabtu 26 Mei 2018.

Saat ditemui Tempo di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Firdaus, ayah MD mengakui kendaraan yang kini disita polisi itu adalah miliknya. “Karena saya juga punya taksi sendiri,” tutur dia.

Sugeng, Ketua RT 005 tempat MD tinggal mengakui kendaraan itu milik orangtua MD yang biasa digunakan remaja tersebut.

“Sejauh ini digunakan untuk di sekitar sini saja, anaknya belum punya SIM. Saya kaget ternyata dibawa ke Bandara juga,” kata Sugeng tentang kepiawaian menyetir pelajar pencuri sedikitnya 10 koper di Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

Polres Bandara menunjukan barang bukti 10 koper hasil curian di Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan MD,16 tahun, pelajar SMP di Tangerang.

Pencurian sepuluh koper oleh MD, 16 tahun, di Bandara Soekarno-Hatta yang baru saja terungkap memaksa pengelola memperbaiki pengawasan dan pelayanan terhadap penumpang.

Pengelola Bandara Soekarno-Hatta bersama maskapai penerbangan dan groundhandling sepakat menerapkan standar pencocokan nomor bagasi pada saat penumpang akan keluar di Terminal 3 Ultimate.

“Improvement layanan ini adalah bagian dari SOP, kami lakukan pencocokan dan akan selalu saling mengingatkan untuk mengecek dengan mencocokkan antara klaim tag dan bag tag,” kata Executif Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Suriawan Wakan lkepada Tempo hari ini, Senin, 28 Mei 2018. “Untuk memastikan barang bawaan dibawa sesuai pemiliknya.”

Suriawan Wakan mengakui selama ini standar operating prosedure (SOP) untuk pencocokan nomor bagasi dengan stiker klaim bagasi yang dimiliki penumpang belum diterapkan di Terminal 3. Sedangkan di Terminal 1 dan 2, menurut dia, sudah lama dilakukan pencocokan nomor bagasi penumpang.

Penjelasan Suriawan berbeda dengan kenyataan. Pencocokan nomor bagasi di Terminal 1 dan 2 bersifat random atau acak yang dilakukan hanya oleh 2-3 petugas. Sedangkan di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta memang tak dilakukan pencocokan nomor bagasi. (Ccp)

Sumber : Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.