Waspada Bullying dari Media Sosial

18
Waspada Bullying dari Media Sosial
Waspada Bullying dari Media Sosial

Katakota.com– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkhawatirkan Bullying melalui media sosial. Sebab saat ini banyak pelajar yang menggunakan media sosial.

Wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati mengatakan bentuk pencegahan dari bullying sendiri bisa dari siswa atau siswi yang melihat tindakan tersebut.

“Kalau ada yang melihat tindakan bullying dari temannya agar memberitahu temannya tersebut untuk minta maaf atau bisa melaporkannya ke guru di sekolah,” katanya.

Dalam catatan KPAI, kata Rita, kasus bullying itu cukup banyak, pasalnya ada yang melaporkan tindakan bullying tersebut ada pula yang tidak melaporkannya.

“Saya malah khawatir dengan kekerasan atau bullying yang lewat media sosial karena anak- anak sekarang lebih banyak memakai media sosial tersebut itu untuk berinteraksi,” ujarnya.

Untuk antisipasi anak- anak tidak melakukan bullying kata Rita, pihaknya mengajarkan untuk kasih sayang sesama temannya serta mengajarkan berekspresi seperti apa.

“Jadi ekspresi kalau tidak suka itu seperti apa, orang tua dirumah juga harus mengajarkan hal- hal yang baik tidak melebelkan anak nakal, anak malas dan sebagainya,” ujar dia.

Sementara dalam upaya menghindari tindakan bullying pada siswa siswi di kota Tangerang Selatan, kampanye anti bullying dilakukan ke tiap sekolah- sekolah.

“Kampanye anti Bullying sejalan dengan program kami di dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tangerang Selatan bagaimana membangun generasi cerdas, berkarakter yang anti kekerasan,” kata kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tangerang Selatan, Taryono saat ditemui di kampanye anti Bullying di Sekolah Dasar Dharma Karya, Pondok Cabe, Rabu (31/1)

Menurutnya anak- anak Indonesia khususnya Tangerang Selatan harus terhindar dari tindakan kekerasan dan narkoba.

“Jadi kampanye ini dilakukan agar anak- anak tidak menyakiti dan disakiti, baik secara fisik maupun non fisik , mengejek dan membiarkan teman itu sama saja dengan menyakiti,” ucap dia.

Dikatakannya, sasaran kegiatan yaitu bagaimana anak- anak tidak menyakiti dan tidak disakiti, selain itu pihaknya juga mengincar guru dan kepala sekolah bagaimana membangun sekolah yang aman dan nyaman tanpa kekerasan dan bullying.

“Maka dari itu, ini kesempatan yang baik kami mengkampanyekan kepada sekolah secara nyata membuat program agar kejadian bullying dan kekerasan bisa terhindar,” tandas dia.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.