Inspirasi desainnya pun sangat beragam, melintasi berbagai dekade ikonik:
- Sentuhan 1940-an & 1950-an: Hadir melalui poppy red bias-cut jersey gown yang modern serta corseted jersey mini yang terinspirasi dari gaya bombshell tahun 50-an.
- Modern Masculine-Feminine: Setelan jas pria klasik digambar ulang dengan garis yang lebih panjang dan ramping, dipadukan dengan kemeja putih dan dasi yang sengaja tidak rapi.
- Preppy & Playful: Koleksi ini juga dihiasi dengan polo shirt, rajutan ala kolega, jeans longgar, rok mini lipit, hingga ball skirts sepanjang lantai dalam motif garis-garis yang cerah.
- Palet Warna & Teknik Tinggi: Warna primer yang berani seperti emerald green dan navy bersanding dengan pastel lembut seperti pale pink. Penggunaan bahan lace, burnout chiffons, hingga jacquards dengan detail bordir dan manik-manik menunjukkan keahlian teknik yang luar biasa.
Manifestasi Kebebasan di Hall of Records
alice + olivia/Foto: Dok. alice + olivia
Untuk mempresentasikan visi besar ini, Stacey Bendet mengubah Hall of Records di New York City menjadi sebuah perjalanan surealis melalui sejarah dan budaya Amerika. Arsitektur Beaux-Arts dan French Baroque dari awal abad ke-20 di gedung tersebut memberikan latar belakang megah bagi rangkaian sketsa imersif yang memadukan fashion, seni, dan budaya populer.
Saat memasuki aula utama, pengunjung disambut oleh instalasi ikonik yang sarat makna:
- Patung Liberty yang Modis: Sebuah interpretasi Patung Liberty setinggi 6 meter yang mengenakan gaun bermotif kupu-kupu dan bunga mawar Amerika sebagai simbol kehidupan.
- Simbol Perjuangan: Terdapat reimajinasi Konstitusi berjudul “We the Women” serta mural bendera Amerika abstrak yang membangkitkan keindahan kreativitas dan ketahanan perempuan.
Melalui koleksi ini, alice + olivia mengingatkan kita semua bahwa gaya bukan sekadar tentang pakaian, melainkan tentang keteguhan dan bakat yang telah mengkristalisasi gaya hidup perempuan dari masa ke masa.\
Source : www.beautynesia.id



























