Wujudkan Kemandirian Ekonomi, Pemkot Tangerang Bekali PPKS Keterampilan

6

Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan tata boga bagi 100 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Tangerang bekerja sama dengan SMK Negeri 3 Kota Tangerang.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus dimulai dengan membekali keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan cara memasak, tetapi menjadi bekal bagi bapak dan ibu untuk membangun kemandirian ekonomi. Kami ingin setiap peserta memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarga,” ujar Sachrudin, saat membuka pelatihan di Aula Tata Boga SMK Negeri 3 Kota Tangerang, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan vokasi merupakan salah satu langkah nyata Pemkot Tangerang dalam menekan kerentanan sosial sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan produktif.

Sachrudin, juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Dinas Sosial Kota Tangerang dan SMK Negeri 3 Kota Tangerang dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam mencetak masyarakat yang memiliki kompetensi dan siap bersaing,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai modal untuk membuka usaha maupun menciptakan peluang ekonomi baru.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Pemkot Tangerang akan melakukan pendampingan pasca pelatihan melalui fasilitasi akses berwirausaha, perizinan usaha mikro, hingga membuka akses pemasaran, sehingga para peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.