KataKota – Bandar udara (bandara) Jenderal Besar Soedirman (BJBS) Purbalingga yang sebelumnya bernama Landasan Udada Wirasaba akan ditargetkan beroperasi paling lambat akhir 2018, demikian dipastikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
”Pembangunan bandara ini memang merupakan kolaborasi antara AP II, Kemenhub, TNI AU dan Pemkab Purbalingga. Kami targetkan bandara di Purbalingga ini bisaa diselesaikan pembangunannya dan mulai dioperasikan akhir 2018,” kata Budi Karya.
Menhub menyebutkan, pihaknya menyampaikan tembusan surat ke KSAU karena bandara tersebut merupakan aset milik TNI Angkatan Udara. Dengan demikian, pihak PT AP II juga diminta secara formal mengadakan perjanjian kerja sama dengan TNI AU dan juga dengan Pemkab Purbalingga.
”Dalam pekan ini, kami akan memberikan surat persetujuan kepada Angkasa Pura II untuk mengelola Bandara Jenderal Besar Soedirman. Tembusan suratnya juga akan kami sampaikan pada Menteri BUMN, KSAU, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Purbalingga,” jelasnya.
Pihaknya menjelaskan, untuk membangun landasan udara menjadi bandara komersial, PT Angkasa Pura II telah menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut, antara lain digunakan untuk membangun prasarana pendukung.
”Nantinya, PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) akan menjadi operator atau pengelola bandara ini,” jelasnya, saat mengunjungi Bandara Jenderal Soedirman, Minggu (6/8).
Sedangkan Pemkab Purbalingga diminta melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan perpanjangan landas pacu dan pembenahan prasarana jalan menuju bandara. (Q/KK)

























